Bedah Buku Remaja Ideal Is Me, Berangkat dari Kondisi Remaja yang “Sakit”

Nur Bedah BukuForum Studi Islam Komunitas Rindu Syariah (FORSI-KRS) WI Sulteng bekerja sama dengan MPM Darussalam Fak. Hukum, HIMATIKA Fmipa, LDK Upim Untad, Majalah Young and Faith, LPM Didaktikal Fmipa, mengadakan bedah buku “Remaja Ideal Is Me”, Rabu (31/08). Acara yang digelar di Teather Room Media Centre ini menghadirkan motivator sekaligus penulis buku Remaja Ideal Is Me, Muh. Fahrul Alam sebagai narasumber dan dua panelis yaitu Rafani Tuahuns (Mantan Ketua LDK UPIM Untad) serta Ust. Muammar Zuhdi Arsalan.

Dalam acara tersebut, Fahrul memaparkan keprihatinannya terhadap kondisi remaja saat ini yang mulai mengalami pergeseran moral, salah satu contohnya adalah pergaulan bebas. Menurutnya, hal ini bukan hanya disebabkan faktor ekonomi, namun juga gaya hidup. “Sekitar 100 komunitas LGBT sudah berkembang di Makassar, dan mayoritas orang kaya. Ini karena lifestyle,” ujarnya.

Masih menurut Fahrul, bahwa pergeseran moral remaja saat ini disebabkan oleh gempuran budaya barat yang telah mewabah ke Indonesia. “Remaja sekarang banyak diserang oleh gempuran budaya, mulai perkotaan hingga pelosok desa,” jelasnya.

Senada dengan Fahrul, Rafani menuturkan bahwa kondisi remaja saat ini sedang ‘sakit’. “Kondisi remaja sedang sakit, ibaratnya seperti di rumah sakit. Maka, perlu rumah sehat untuk menyehatkan kondisi remaja kita,” tandasnya.

Menurut Ust. Muammar, sebagian besar remaja saat ini tidak belajar Al-Qur’an dan tidak belajar iman. solusi untuk mengatasi problem ini adalah kembali ke agama, “Solusinya kembali ke agama, tidak ada jalan lain” tegasnya.

Sementara itu, menurut Fahrul, ada tiga pilar yang menjadi titik sentral untuk menangani kondisi remaja saat ini. pertama, ketakwaan individu. Kedua, adanya jamaah atau kelompok. Ketiga, sebuah negara yang menerapkan syariah, ini menjadi faktor penting. Menurutnya juga Kebangkitan Islam akan dimulai dari seorang pemuda. (Nr)