KULIAH UMUM FAKULTAS PERTANIAN, Datangkan Leader ASEAN Dow Agro Sciences (R&D)

Dekan Pertanian, Prof Zainuddin Basri PhD, (kiri) saat memberikan plakat penghargaan kepada Leader ASEAN Dow Agro Sciences (R&D), Venkatta Niranjan Kumar Bobba, MSc Ag MBA, Ph.D di kegiatan kuliah umum pertanian yang diselenggarakan di auditorium Untad, Jum’at (2/9.) Foto Oleh: Rafani Tuahuns
Dekan Pertanian, Prof Zainuddin Basri PhD, (kiri) saat memberikan plakat penghargaan kepada Leader ASEAN Dow Agro Sciences (R&D), Venkatta Niranjan Kumar Bobba, MSc Ag MBA, Ph.D di kegiatan kuliah umum pertanian yang diselenggarakan di auditorium Untad, Jum’at (2/9.) Foto Oleh: Rafani Tuahuns

Fakultas Pertanian (Faperta) mengawali perkuliahan setelah Masa Orientasi Akademik (Ormik) Mahasiswa Baru (Maba) angkatan 2016, dengan menyelenggarakan Kuliah Umum di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Jum’at (2/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan Leader ASEAN Dow Agro Sciences (R&D), Venkatta Niranjan Kumar Bobba, MSc Ag MBA, Ph.D, untuk menjadi pemateri kuliah umum tersebut dengan tema “The Role of Agriculture in ASEAN Economy Community Era”.

Di hadapan sekitar 800 mahasiswa dan dosen, Venkatta Niranjan Kumar Bobba, berinteraksi dengan peserta menggunakan Bahasa.

Maksud dan tujuan hadir di kalangan akademisi Untad, Venkatta Niranjan, semata-mata memenuhi undangan dekan Fakultas Pertanian Untad, Prof Zainuddin Basri PhD. Kemudian ingin saling berbagi ilmu kepada mahasiswa mengenai peran pertanian di era Ekonomi ASEAN atau MEA ini.

Sebagai orang yang baru pertama kali ke Untad, leader di perusahaan industri penelitian ini terkesan melihat reaksi dan respons dari mahasiswa peserta kuliah umum.

Dikatakan bahwa kuliah umum yang berlangsung saat itu, adalah bagian upaya mempersiapkan generasi baru khususnya mahasiswa Faperta Untad, agar nantinya lulus menjadi sarjana bisa siap bekerja dan bisa memenuhi syarat dengan adanya kebajikan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Kepada mahasiswa dan dosen, ia juga menerangkan bahwa kedepannya, perusahaan industri penelitian yang dipimpinnya selalu membuka peluang kepada mahasiswa dan dosen untuk dipekerjakan. Apalagi Untad sudah menjalin kerja sama sejak 2014 lalu.

Diketahui sejak awal 2015 lalu, sudah diterima mahasiswa lulusan Fakultas Pertanian Untad menjadi staf sales di perusahaan industri penelitian yang bermarkas di Kuala Lumpur itu, dan kedepannya tidak menutup kemungkinan masih ada lagi lulusan dari pertanian.

Sementara Dekan Faperta, Prof Zainuddin Basri PhD, mengatakan bahwa kuliah umum sebagai pemanasan dalam memulai perkuliahan sengaja dihadirkan dosen dari negara ASEAN karena sebagaimana diketahui sejak 31 Desember 2015, Indonesia sudah masuk dalam era MEA.

“Ini pertama kalinya kami menghadirkan pemateri dosen dari negara ASEAN, karena ini pertama kali kami menerima mahasiswa sejak masuknya era MEA ini,” ucapnya.

Tujuan Fakultas Pertanian Untad, memberikan kuliah umum itu dalam rangka penguatan, memperkuat wawasan mahasiswa betapa pentingnya mempersiapkan diri untuk masuk di era MEA.

“Mengapa kita libatkan dosen dari luar, agar mahasiswa lebih mengetahui potensi memanfaatkan ilmu pertanian dalam rangka meningkatkan pertanian, baik di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN,” jelasnya. Ana

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here