Meningkat dan Membanggakan, Dosen Untad Peringkat 57 di Jurnal Ilmiah Internasional dalam Index Scopus

1. Prof Ramadanil

Membanggakan, Pada tahun ini, Prof. Ramadhanil Pitopang menduduki peringkat ke-57 dari 272 orang ilmuan yang masuk dalam daftar ilmuan di Indonesia Menurut Google Scholar yang merupakan salah satu situs yang masuk dalam index scopus.

Scopus adalah sebuah pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literature lmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu hingga saat ini. Fungsi utama Scopus adalah membuat indeks literature ilmiah untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak, referensi, dll.

Dalam pemaparannya, Guru Besar Untad yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Untad ini menyampaikan bahwa peringkat yang ia dapatkan sekarang ini merupakan buah dari kerjakerasnya beberapa tahun lalu, lewat jurnal-jurnal internasionalnya yang ia buat bersama peneliti dari Jerman.

“Apa yang saya dapatkan pada hari ini merupakan hasil dari akumulasi jurnal-jurnal ilmiah yang telah saya buat bersama beberapa teman peneliti asal Jerman pada tahun 1998 lalu. Kemudian ditambah lagi beberapa jurnal internasional yang saya dan beberapa teman buat. Termasuk saya pernah membuat Jurnal Internasional bersama Direktur Pasca Sarjana Untad, Prof. Faturrahman” jelasnya.

Dalam kesibukannya sebagai seorang Dosen, Wakil Dekan, juga seorang peneliti, ternyata profesor yang dikenal dengan keramahannya ini juga sedang mengurusi perancangan pembuatan taman keanekaragamaan Hayati di Sulawesi Tengah. Dalam hal ini terdapat 2 tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi penanaman Taman keanekaragaman hayati yakni di Banggai Kepulauan dan UniversitasTadulako sendiri.

“Mengingat belum adanya Taman Keanekaragaman Hayati di Sulawesi Tengah maka, Kementrian Lingkungan Hidup mempercayakan kepada kami termasuk di dalamnya adalah saya, untuk dapat menciptakan taman tersebut di lingkungan Untad, selain itu melihat ukuran Kampus Untad yang bergitu besar sehingga cocok untuk dapat di buat taman seperti kebun Raya Bogor, dan Harapannya kedepan taman itu dapat seramai serta seindah kebun raya Bogor. Selain itu, kebun di dalam kampus itu bukan hal yang biasa, karena di luar negeri sana ada beberapa kampus yang menyediakan taman di dalam universitasnya sehingga masyarakat sekitar dapat melakukan aktivitas-aktivitas seperti berolahraga, istirahat dan lain sebagainya di dalam taman itu” ungkapnya.

“Yah, intinya adalah kita harus memulainya dari diri kita sendiri, serta kita harus memulainya mulai dari sekarang” imbuhnya.

Ketika ditanya bagaimana harapannya mengenai pengabdian juga penelitian di Untad saat ini, ia menyampaikan bahwa sangat mengharapkan para dosen juga peneliti-peneliti agar dapat terus mengembangkan penelitiannya, sehingga dapat mengharumkan namabaik Untad. Selain itu ia menyampaikan pula bahwa sangat salut dengan apresiasi yang di berikan oleh rector kepada dosen-dosen yang berhasil membuat jurnal-jurnal ilmiah, hal ini secara tidak langsung mendorong meningkatnya angka peneliti di Untad sendiri. (Wrd)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here