Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa, Untad Hadirkan Tim Review PKM KEMENRISTEK DIKTI

1. Sosialisasi PKM - Vivi

Universitas Tadulako  kembali melaksanakan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kamis (08/9). Sosialisasi ini dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 yang merupakan delegasi dari setiap prodi.  Kegiatan yang digelar di gedung Auditorium Teknik ini menghadirkan narasumber dari Tim Review PKM Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Drs. Senawi, M.P.

Dalam materinya, Dr. Senawi, menjelaskan bahwa mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki daya saing global dan memberikan kontribusi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Mahasiswa harus didorong untuk mengembangkan diri dalam organisasi kemahasiswaan, harus didoktrin untuk berkontribusi pada NKRI. Diharapkan mahasiswa dapat cerdas secara komprehensif, kreatif, inovatif, visioner serta memiliki daya saing global,” jelas direktur kemahasiswaan UGM ini.

Dr. Senawi juga menambahkan tentang nilai penting PKM. Menurutnya, dalam iklim akademik ini mahasiswa ditantang untuk kreatif, inovatif, produktif, visioner, dan berdaya saing. Ia juga mengungkapkan bahwa PKM bukan hanya tanggung jawab mahasiswa tetapi tanggung jawab seluruh civitas akademika, sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari Universitas sendiri.

Masih dalam materinya, Dr. Senawi menuturkan bahwa hampir 40% proposal PKM yang diusulkan gagal karena kesalahan administrasi dan salah kamar. Kesalahan administrasi diakibatkan jumlah halaman yang tidak sesuai dengan yang dicantumkan dalam pedoman. Selain itu, juga masih banyak ditemukan tanda tangan hasil scan. Sedangkan salah kamar dikarenakan kesalahan bidang PKM yang tidak sesuai dengan proposal yang diajukan.

Dalam penyampaianya juga, ia menyoroti dua bidang PKM yang sangat penting, PKM GT dan PKM K. Sebab menurutnya dua PKM itu dalam penilainnya lebih terletak pada ide “gila” yang diusulkan. “PKM-GT tidak sekedar PKM 5 bidang yang tidak lolos yang dipoles, tetapi ide gila, menjadikan sesuatu yang dirasa tidak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang bisa direalisasikan dalam jangka waktu lama, misalnya 10 tahun kedepan,” ujar dosen UGM itu.

“PKM-K tidak harus memproduksi, yang dipikirkan kreativitas yang inovatif dalam membuka peluang usaha yang profit oriented, sehingga harus ada rencana usaha jasa atau barang. memungkinkan juga jalinan kerjasama dengan kelompok masyarakat produktif, bukan penelitian atau percobaan untuk mencari temuan,” ungkapnya. Vv