GENERAL LECTURE SERIES “ASIAN DEVELOPMENT COMMUNITY”, Rektor: Pendidikan Merupakan Investasi Penting Pemersatu Negara di Asia

Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS saat memberikan materi di rangkaian General Lecture Series yang diadakan oleh One Asia Foundation di Conference Room, IT Center lantai 2, Senin (3/10) Foto oleh: Akhmad Usmar
Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS saat memberikan materi di rangkaian General Lecture Series yang diadakan oleh One Asia Foundation di Conference Room, IT Center lantai 2, Senin (3/10) Foto oleh: Akhmad Usmar

General Lecture Series episode kedua kembali dilaksanakan dengan pemateri yang juga merupakan Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS dengan menyajikan topik “The Necessity of Asian Community”. Seri kedua ini kembali digelar dan dilaksanakan di Gedung IT Center Universitas Tadulako (Untad), pada Senin (3/10).

Prof Basir Cyio mengatakan, pendidikan merupakan investasi untuk menyatukan negara-negara di Asia. Di kawasan yang juga meruapakan benua terbesar di dunia ini, terdapat banyak negara. Untuk menyatukan negara-negara tersebut tidaklah mudah. menurutnya salah satu hal yang bisa menyatukan negara-negara di Asia adalah pendidikan. “Pertukaran pelajar salah satu contohnya,” ujarnya.

Rektor menjelaskan pemerintah di Indonesia juga saat ini sedang berusaha meningkatkan pendidikan baik di kota-kota besar maupun di pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau. Bukan hanya soal kurikulumnya tetapi juga soal pelaksanaan pendidikan itu, apakah dilakukan secara maksimal atau tidak.

“Jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak, sehingga untuk meningkatkan pendidikan ini pasti secara bertahap,” sebutnya.

Dia menambahkan, di Asia terdapat beberapa negara yang memiliki perbedaan. Yang menyatukan perbedaan itu adalah budaya di masing-masing negara. “Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain dan dari perbedaan, culture lah yang menyatukan kita,” tandasnya.

Coordinator Project of One Asia Foundation-FKIP Untad, Dr H Lukman Nadjamuddin MHum saat diwawancarai setelah kegiatan mengungkapkan kesyukurannya dengan terselenggaranya episode kedua general lecture series itu. Dr Lukman berharap agar peserta semakin sungguh-sungguh dalam mengikuti kuliah umum ini.

“Antusiasme peserta tadi meningkat dengan sangat signifikan. Itu dibuktikan, hampir semua ingin mengajukan pertanyaan untuk berdialog terkait topik yang disampaikan Prof Basir tadi. Oleh karena itu, insya Allah kuliah umum ketiga akan diselenggarakan pada Kamis (6/10) nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, Universitas Tadulako mengadakan kegiatan General Lecture Series dengan tema “Asian Development Community” bekerja sama dengan lembaga One Asia Foundation. Kegiatan perdana dilaksanakan pada hari Jum’at (23/09) yang diikuti 181 mahasiswa dan diselenggarakan di Gedung IT Center Untad yang juga merupakan pembukaan dari seluruh rangkaian kegiatan kuliah umum nantinya.

Dr H Lukman Nadjamuddin MHum, menerangkan bahwa One Asia Foundation merupakan lembaga non-pemerintah yang memiliki visi membangun komunitas masyarakat Asia untuk menciptakan perdamaian dan keamanan global.

“Saat ini, sekitar 30 negara dan 250 perguruan tinggi yang telah menjalin kemitraan dengan One Asia Foundation. Khusus untuk Indonesia, terdapat enam perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Makassar, Universitas Padjajaran, dan Universitas Tadulako,” jelasnya.

Kerjasama yang dibangun antara Untad dengan One Asia Foundation berupa rangkaian seri kuliah umum dengan tema Asian Development Community. Rangkaian seri kuliah umum ini akan menghadirkan pembicara ahli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Seri perdana ini diisi oleh Dekan Fakultas IPS UPI Bandung sekaligus Guru Besar Komunikasi Politik yaitu Prof Dr H Karim Suryadi MSi. Jadi akan ada 15 kali kuliah umum. Di kuliah umum yang ke lima belas atau yang terakhir, Mr Sato Yoji, Presiden One Asia Foundation akan hadir memberikan kuliah umum dan beasiswa bagi 20 peserta terbaik,” terang dosen sejarah itu.

Prof Karim Suryadi dalam kuliah umum perdana sebelumnya, menyampaikan kuliah umum dengan topik “Cross-Cultural Communication for Strengthening Asia”. Salah satu dekan UPI Bandung ini menjelaskan tentang pola komunikasi lintas budaya untuk menghadapi tantangan dalam masyarakat Asia. Ana