KABAR PRESTASI, LPPM UNTAD NAIK STATUS DARI MADYA KE UTAMA DI BIDANG PENELITIAN

LPPM Untad Naik Status dari Madya ke Utama (3)Kabar prestasi yang menggembirakan, Lembaga Penelitian dan Pengabidan Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako resmi menyandang status utama di bidang penelitian. Pada Kamis (6/10), Ketua LPPM, Ir H Donny M Mangitung MSc PhD, menyampaikan langsung kepada Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Ir H Muh Basir SE MS.

Atas raihan peningkatan prestasi tersebut, Prof Basir menyambut baik dan meberikan apresasi yang tinggi. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti bahwa dalam kerja, kita semua tetap memegang teguh motto satu Untad, satu napas dan satu keluarga.

“Ini kerja nyata kita semua yang selalu memegang teguh motto satu Untad, satu napas, satu keluarga. Cluster Utama ini merupakan raihan tertinggi untuk perguruan tinggi berstatus BLU. Di atas cluster Utama masih ada cluster Mandiri, tetapi yang masuk itu adalah perguruan tinggi berstatus Badan Hukum. Ini berarti dengan status Untad yang BLU, kita sudah diakui untuk meraih hasil tertinggi dengan cluster Utama ini,” ujar Prof Basir Cyio.

Sementara itu, Ketua LPPM saat ditemui di ruangan kerjanya, Jum’at (07/10), menyebutkan bahwa sebelumnya Untad tergabung dalam cluster Madya bersama puluhan perguruan tinggi lain. Namun, berdasarkan hasil-hasil penelitian dan kinerja ilmiah dalam tiga tahun terakhir, Untad dinyatakan berhak masuk dalam cluster Utama.

Menurutnya, raihan di tiga tahun terakhir ini bukan sekedar kerja LPPM saja, tapi raihan itu atas kerja bersama semua pihak. “Hasil yang menggembirakan saat ini bukan sekedar kerja LPPM saja, namun ini kerja bersama kita semua pihak, mulai dari produktifitas peneliti hingga pengelolaan data yang baik,” ungkapnya.

Masih dalam penyampaiannya, Ketua LPPM ini menekankan bahwa salah satu kunci dari raihan prestasi ini adalah pengelolaan data yang baik. Sejak beberapa tahun terakhir, LPPM sudah intensifkan penggalian data. Mulai dari tinggat fakultas, hingga ke prodi-prodi, termasuk Internasional Office dan unit lainnya.

Ia juga menerangkan bahwa dalam penilaian yang dilakukan Dikti atas aktivitas penelitian setiap universitas dilihat dari beberapa aspek utama. Diantara menurutnya, peneliti yang memenangkan hibah penelitian. “Hibah penelitian di Untad cukup maksimal, ini atas motivasi yang besar para dosen untuk melakukan penelitian,” ujarnya.

Selain hibah penelitian, ia menyampaikan yang juga menjadi point penilaian penting adalah penulisan jurnal. Baik jurnal Internasioanl maupun jurnal nasional. “Memaksimalkan penulisan jurnal menjadi penilaian penting. Pastinya, lebih tinggi point untuk jurnal yang terakheditasi,”ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kriteria lain yang menambah point dalam penilaian, ialah kerja sama luar negeri di bidang penelitian, hibah penelitian atas kerja sama penelitian itu, serta kunjungan peneliti luar ke Untad.

Diakhir penyampaiannya, Ketua LPPM, kembali menyatakan bagaimana kalau ditanya untuk upaya untuk menjaga prestasi ini ? tentu harus kerja bersama, untuk para dosen mekasimalkan penelitian. mekasimalkan di jurnal Internasioanl. “Intinya, menulis dan menulis,” tegasnya.

Disamping itu dukungan semua pihak harus seimbang, mulai dari pimpinan universitas, pimpinan fakultas, hingga ke program studi, agar terus mendorong penelitian dosen dan bekerjasama dalam proses pengelolaan data.

“Terkahir, juga penting untuk menjaga prestasi ini. ialah Supporting IT. Data penelitian harus terintegrasi. Untuk itu, pengelolaan data berbasis IT menjadi urgent untuk mendukung data kita yang baik. Dalam hal ini UPT Tik bisa bekerja sama dengan LPPM agar proses integrasi data nantinya berjalan dengan baik pula,” tutupnya. Rf