Lagi, Pemuda Tadulako wakili Sulteng di Sail Event

14708141_1798620957044457_7615350114275171525_n

Upaya pemerintah dalam meningkatkan target 20 juta pengunjung ke Indonesia, dalam jangka waktu lima tahun, diupayakan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggelar Sail (Pelayaran) Selat Karimata pada tahun 2016. Sail Karimata merupakan gabungan dari kegiatan pelayaran, riset, seminar kemaritiman, pelayanan kesehatan, bakti sosial, festival seni dan budaya, festival kuliner serta kompetisi bahari.

Kegiatan ini melibatkan beberapa kementerian dan lembaga pemerintah. Salah  satunya Kementrian Pemuda dan Olahraga yang menyeleksi calon peserta Kapal Pemuda Nusantara. Kapal Pemuda Nusantara atau KPN merupakan salah satu kelompok yang diundang oleh pemerintah untuk memeriahkan dan membantu kegiatan Sail Karimata di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Peserta KPN merupakan perwakilan pemuda dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos seleksi dari Kemenpora. Sulawesi Tengah secara umum mengirim tiga delegasinya, yakni Zulfikar Katili mahasiswa Polipa jurusan Perikanan dan Kelautan, sedangkan Universitas Tadulako yang hampir setiap tahunnya memiliki perwakilan pemuda dalam kegiatan sail, baik Sail Komodo dan Sail Raja Ampat, tahun ini kembali diwakili oleh Nur Asma (Geografi, FKIP) dan Zulfikar Mahasiswa (Ilmu Komunikasi, FISIP).

Menurut penuturan Asma yang diwawancarai melalui akun sosial medianya, mengungkapkan alasan mengapa dirinya tertarik mendaftar menjadi anggota Sail Karimata. Keinginannya untuk menambah pengalaman dibidang kemaritiman menjadi alasan utamanya. Selain itu, menyadari dirinya sebagai salah satu perwakilan Sulawesi Tengah yang memiliki potensi bahari yang tidak kalah luar biasanya dengan daerah-daerah penyelenggara sail, ia berharap bahwa melalui kegiatan tersebut, ia mampu memperkenalkan potensi bahari Sulawesi Tengah di kegiatan akselerasi sektor wisata tersebut.

“Alasan kami khususnya saya dalam mengikuti kegiatan KPN ini, adalah untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang kemaritiman. Kami sebagai generasi muda apalagi sebagai delegasi Provinsi Sulteng, tentu ingin mengembangkan potensi kepariwisataan, khususnya wisata bahari di Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, kami juga tentu akan memperkenalkan keberagaman budaya Sulawesi Tengah. Sehingga melalui kegiatan KPN Sail Karimata kali ini, secara tidak langsung dapat mengeksplor potensi wisata di indonesia khususnya wisata bahari yang ada di sulteng”  Ungkap Asma.

Selain itu, gadis berkacamata tersebut juga menceritakan mengenai apa saja yang didapatkannya selama mengikuti Sail Karimata. Di antaranya pembekalan sekaligus pembukaan yang disampaikan langsung oleh Bapak Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga, pemberian materi terkait penguatan laut maritim sebagai poros dunia dari Dansatgas AL dan AD, serta kegiatan mengajar yang dilakukan bersama kelompok Kelas Inspirasi sebagaimana yang kerap di postingnya di Akun Facebook Nur Asma.

“Kegiatan kami berlangsung selama kurang lebih 3 minggu di Kalimantan Barat, tepatnya di Kayong Utara.  Kegiatan KPN dimulai sejak tanggal 25 September.  Selama kegiatan tersebut, pertama-tama, kami mendapat pembekalan sekaligus pembukaan yang disampaikan langsung oleh Bapak Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya kami menerima materi penguatan laut maritim sebagai poros dunia. Juga menerima pembekalan dari dansatgas AL dan AD, serta beberapa kegiatan lainnya selama kegiatan Sail Karimata,” Akuh Asma.

Asma juga menambahkan bahwa follow up dari kegiatan Sail, selain sebagai upaya pemerintah dalam mempromosikan budaya Indonesia di mata dunia, juga untuk melahirkan generasi muda yang peduli akan kemajuan bangsa, cinta akan NKRI serta mampu memahami potensi kemaritiman indonesia sehingga dapat memperkenalkan potensi kepariwisataan Indonesia di mata dunia. Rfj