Penelitian Untuk Pengabdian, Pusnas Untad Pacu Produktifitas Kelompok Tani Palolo

(Dr. Umrah, M.Si sedang memandu cara pembuatan kompos yang dibuat dari bambu dan ditanam)
(Dr. Umrah, M.Si sedang memandu cara pembuatan kompos yang dibuat dari bambu dan ditanam)

Untuk meningkatkan produksi kakao di desa Makmur Kecamatan Palolo, sejumlah tim peneliti yang tergabung dalam dalam PUSNAS (Pusat Penelitian Unggulan Strategi Nasional) Untad telah menghasilkan biopestisida dan biofertilizer, yang telah diterapkan kepada kelompok tani Makmur Berkah, Kecamatan Palolo (09/10).

Kegiatan ini sekaligus dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen jurusan biologi FMIPA yang dikoordinir oleh Dr RerAgr Wahyu Harso S Si MSc. Dalam program pengabdian tersebut langsung memberikan ilmu baru kepada masyarakat kelompok tani berupa pembuatan kompos cair.

Menurut Dr Wahyu Harso, Pengabdian kepada masyarakat ini menjadi program telah teragendakan persemester yang oleh tim pengabdi FMIPA Biologi. Baginya, program semacam ini memang harus menajdi bagian dari tugas dosen dalm menjalankan tri dharma perguruan tinggi.

“Tugas dosen itu ka nada tiga, pendidikan, penelitian dan pengabdian. nah program ini menjadi salah satu upaya kita dalam menjalankan tugas pengabdian itu sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa Palalo menjadi salah satu tempat strtagis dalam melakukan program pengabdian. mengingat Palolo adalah salah satu penyuplai coklat terbesar di Palu.

Dr Umrah MSi, Selaku ketua peneliti Pusnas, mengungkapkan bahwa penelitian ini diharapkan dapat mewujud pada pengabdian agar menjadikan kontribusi terbaik kepada petani Desa Makmur Berkah Kecamatan Palolo.  “ Semoga penelitian ini dapat memberikan peningkatan hasil produksi kakao kepada petani, sehingga petani juga dapat meningkatkan kesejahtraan,” ujar Dr Umrah.

Masih menurutnya, Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain menyediakan pupuk dan menyediakan pestisida. Ia juga menekankan bahwa pembuatan pestisida  yang telah disiapkan  dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Disamping itu, ungkapnya pengadaan alat dalam program ini merupakan kerjasama antara tim peneliti dan kelompok tani. Dr. Umrah kembali menyampaikan bahwa sarana dan prasarana tersebut semoga dapat menjadi  motivasi kepada petani untuk memproduksi pupuk sendiri bahkan bisa menyediakan pupuk kepada kelompok tani yang lain.

Diakhir penyampaiannya, ia berharap tindak lanjut dalam kegiatan ini adalah produksi secara besar-besaran, dan ditahun selanjutnya sudah dilakukasnnya komersialisasi untuk produksi dan penjualan secara luas. Era

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here