Tidak Ingin Ketinggalan Meteri, Seorang Mahasiswa FMIPA Belajar dari Balik Jendala

3Vivi - Belajar Di Balik Jendela

Berbekal sebuah pulpen untuk menyangga jendela, seorang mahasiswa jurusan matematika FMIPA yang enggan disebutkan namanya, dengan semangat yang kokoh tetap mengikuti perkuliahan, walaupun dari balik jendela karena datang terlambat dan tidak diizinkan masuk perkuliahan, pada Kamis (15/09) di salah satu FM Jurusan Kimia FMIPA.

Menurut pengakuannya, hal seperti itu baru pertama kali ia lakukan, dan mata kuliah (MK) ini juga merupakan MK yang ia gemari. “Hal ini baru pertama kali saya lakukan, sebelumnya belum pernah, saya ikut perkulihan dari luar karena saya terlambat dan tidak diizinkan masuk oleh dosen. Sebenarnya bukan saya saja yang terlambat, kami ada bertiga, hanya saja ke-2 teman saya dibolehkan masuk karena alasan mereka bisa diterima. Sedangkan alasan saya, saya rasa tidak akan diterima. Saya suka dengan MK ini, saya tidak mau ketinggalan materi, jadi saya pikir dari pada memaksa untuk masuk juga tidak bisa lebih baik saya ikut dari luar ruangan saja,” tuturnya.

Adi, salah seorang mahasiswa yang melihatnya mengaku salut melihat semangat belajarnya. “Saya kagum melihat motivasinya dalam belajar. Sebelumnya, teman-teman saya, sempat heboh dan mereka bilang kalau ada anak matematika belajar dari balik jendela, saya jadi penasaran dan ikut melihatnya. Ternyata dia teman saya disalah satu organisasi, saya tahu dia anak yang pandai dan punya semangat tinggi dalam belajar, tapi saya tidak menyangka kalau sampai sebegitunya. Selama ini saya lihat teman-teman yang terlambat, begitu tidak diizinkan masuk oleh dosen, mereka santai-santai saja dan bahkan tidak jarang mereka langsung pergi ke kantin, baru kali ini saya lihat mahasiswa yang tidak diizinkan masuk MK, tetap ikut kuliah walaupun dari luar, bahkan sampai materinya selesai, sampai teman-temannya keluar baru dia pergi,”jelas mahasiswa kimia itu.

Ketua BEM FMIPA, Asmar (farmasi 2013) menuturkan bahwa memang ada beberapa dosen yang mengutamakan kedisiplinan, dan untuk melatih kedisiplinan dari mahasiswa itu sendiri. “Ada beberapa dosen yang memang kedisiplinan itu, tidak ada tawar menawar. Misalnya saja di MIPA ada Farmasi, tidak boleh ada yang namanya keterlambatan, pasien tidak butuh sedikitpun yang lambat untuk menangani mereka. Kerena dengan waktu, tidak lain untuk melatih kedisiplinan, kerena kedisiplinan dimulai dari hal kecil, termasuk hal-hal seperti itu”, tuturnya.

Asmar menambahkan bahwa ia sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa matematika itu, dan bahkan jika ia berada diposisi yang sama, ia juga akan melakukan tindakan yang sama.  “Berkaitan dengan dia tetap mengikuti pembelajaran dari balik jendela dan sebagainya, ini patut kita apresiasi, karena dia lambat dan dia menyadari keterlambatannya dan dia tidak putus asa. Dia menyadari dan tentunya sudah ada kontrak perkuliahan yang hrus kita jalankan. Saya sangat bangga dengan mahasiswa itu, kerena kita tidak tahu alasan keterlambatannya, mungkin karena bannya bocor, atau mungkin saja pagi dia masih membantu orang tuanya, tetapi dia sadar dia terlambat, dia terima dikasi keluar, tapi karena memang niatnya untuk belajar pada hari itu, dia tetap belajar walaupun hanya melalui,” ujarnya. Vv