UNTAD DI PEKSIMINAS KE-XIII, Drs Muhammad Marzuki Apresiasi Semangat Peserta

Drs Muhammad Marzuki (tengah) Ketua Kontingen BPSMI Sulteng saat menerima plakat penghargaan atas partisipasi dalam PEKSIMINAS KE-XIII yang diberikan oleh KEMENRISTEK DIKTI kepada BPSMI seluruh Indonesia

Drs Muhammad Marzuki (tengah) Ketua Kontingen BPSMI Sulteng saat menerima plakat penghargaan atas partisipasi dalam PEKSIMINAS KE-XIII yang diberikan oleh KEMENRISTEK DIKTI kepada BPSMI seluruh Indonesia

Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) kembali digelar. Kali ini yang menjadi tuan rumah penyelenggara adalah Universitas Halu Oleo (Unhalo), Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) setiap dua tahun sekali di tahun genap ini merupakan ajang kompetisi seni dan budaya seluruh provinsi di Indonesia. Setiap provinsi datang bertandang membawa nama lembaga yang menanungi mereka yakni Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). PEKSIMINAS di Unhalu ini merupakan yang ke-13.

Universitas Tadulako sendiri merupakan Universitas yang paling banyak mengutus mahasiswanya mewakili BPSMI Sulawesi Tengah di ajang PEKSIMINAS ke-13 tahun ini. Bersama Drs Muhammad Marzuki MSi sebagai Ketua Kontingen, BPSMI Sulawesi Tengah mengutus sebanyak 21 orang mahasiswa. 20 di antaranya adalah perwakilan Untad sementara 1 lainnya merupakan perwakilan STIMIK Adhiguna Palu.

Ke-21 mahasiswa tersebut mengikuti 13 cabang lomba dari 16 cabang yang diperlombakan. Di antaranya, Penulisan Puisi dan Cerpen, Komik Strip, Desain Poster, Seni Lukis, Pop Solo, Dangdut Solo, Seriosa, Tari Kreasi, Fotografi Warna dan Hitam Putih, Monolog, dan Baca Puisi. Selain peserta, ada pula beberapa pendamping yang ikut sebagai penunjang untuk beberapa lomba seperti Tari Kreasi dan Monolog yang memerlukan pemain musik sebagai pengiring.

Hal menarik yang patut diberi apresiasi adalah semangat juang para peserta yang tidak pernah padam. Saat-saat karantina dimanfaatkan untuk terus latihan menyempurnakan penampilan masing-masing. Semangat mereka juga terbukti dari adanya keberagaman peserta dari segi angkatan. Pada PEKSIMINAS kali ini Untad dengan bangga mengutus mulai dari mahasiwa baru hingga mahasiswa tingkat akhir. Hal ini tentu saja merupakan ciri  khas tersendiri bagi kontingen Sulawesi Tengah karena rata-rata, provinsi lain belum mengikut sertakan mahasiswa baru di kontingen mereka.

Eva Friana, (jurusan Teknik Elektro), salah satu dari 5 mahasiswa baru Untad yang mewakili Sulteng. Ia tidak menyangka hobinya di dunia fotografi dapat membawanya bersaing dalam kompetisi nasional. Eva juga mengaku sangat bangga karena ternyata fotonya masuk dalam kategori 10 besar fotografi warna. Hal ini kemudian membuatnya semakin semangat untuk memperdalam pengetahuannya di bidang fotografi.

“Berkat PEKSIMINAS, saya terpacu untuk terus menambah pengetahuan saya di bidang fotografi. PEKSIMINAS juga memberikan saya banyak pengalaman baru, ilmu baru, dan tentu saja teman baru,” seru Eva.

Semangat yang sama juga dikobarkan oleh Nurhidayah. Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Untad ini mewakili BPSMI Sulteng di bidang Penulisan Puisi. Di tengah-tengah kesibukannya mengerjakan skripsi, mantan ketua himpunan mahasiswa kesehatan masyarakat ini masih menyempatkan dirinya untuk mewakili Sulteng di kompetisi seni dan budaya nasional paling bergengsi di Indonesia. Nur mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin memberikan karya terbaiknya saat masih di bangku S1.

“Kalau bukan kita yang melestarikan budaya Indonesia, siapa lagi? Prinsip saya, biarkan karya-karya saya abadi dalam bentuk sajak,” tutup Nur.

Semangat – semangat itu diakui dan diapresiasi oleh Ketua Kontingen, Drs Muhammad Marzuki MSi. Beliau yang setia mendampingi kontingen dari awal tiba di Kendari sampai kembali ke Palu mengaku melihat semangat yang cukup tinggi pada masing-masing peserta. Meskipun memang persiapan yang dilakukan cukup terbatas sehingga mereka belum bisa tampil secara maksimal. Dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Untad ini menyatakan bahwa banyak PR yang harus diselesaikan Untad terutama dalam masalah kompetisi.

“Satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari PEKSIMINAS kali ini adalah ke depannya kita harus merubah pola dan strategi kita dalam pembinaan dan persiapan. Sebab persiapan sangat menentukan hasil apa yang akan kita dapat nanti,” tegas beliau. kdk

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here