Eksplorasi Mapala Santigi Suku Lauje II, “Riset Ekosistem dan Sosial Budaya”

Dekan Bidang kemahasiswaan Fisip, Drs. Muhammad Marzuki M.Si (tengah) beserta pengurus mapala santigi melakukan foto bersama Tim Eksplorasi suku Lauje II di Fisip park
Dekan Bidang kemahasiswaan Fisip, Drs. Muhammad Marzuki M.Si (tengah) beserta pengurus mapala santigi melakukan foto bersama Tim Eksplorasi suku Lauje II di Fisip park

Jumat (11/11), Mapala Santigi Fisip Universtas Tadulako melaksanakan Eksplorasi suku Lauje II. Sebanyak  13 anggota aktif secara resmi dilepas oleh wadek bidang kemahasiswaan Drs. Muhammad Marzuki, M.Si yang berlagsung di Fisip park.

Menurut  Moh Agieb, selaku ketua panitia eksplorasi tersebut dilakukan dari 11-27 november 2016. “Ekplorasi Suku Lauje II dilaksanakan 11 – 27 Nov 2016 di pegunungan Sojol yang melingkupi daerah administrasi Desa Bobalo dan Desa Pebounang Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Masih menurutnya Tim Eksplorasi terdiri dari yang 13 anggota aktif Mapala Santigi tersebut terbagi dalam dua kelompok yaitu pemetaan kembali jalur pendakian Gunung Sojol dan Riset Ekosistem Jalur Pendakian. Kegiatan ini sekaligus membuka kembali Jalur Pendakian Gunung sojol melalui sisi timur yang ditutup sejak 2014 silam.

Sementara itu, Aris Lasiyata selaku ketua umum, menyampaikan terkait keberadaan suku lauje yang menurutnya masih terkategorikan primitif, sehingga sangat menarik untuk dilakukan riset dan eksplorasi. “Adanya keberadaaan suku lauje yang dikatakan masih tergolong primitif sehingga menarik untuk mencari tahu sosial budayanya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk wilayah tersebut masih kurang dilakukannya riset ekosistem. Sementara untuk wilayah budaya sudah dilaksanakan tahun 2015 dan berkolaborasi dengan beberapa komiunitas, seperti sahabat pulau, mosikola dan mpm Al-Jihad.

Saat pelepasan berlangsung Drs. Muhammad Marzuki, M.Si  dalam sambutannya Berharap agar selalau menjaga kekompakan dan menjaga kesehatan. “jaga selalu kekompakan, dimanapun berada selalu hargai adat istiadat dan norma yang berlaku, khususnya di kawasan berlangsungnya kegiatan Eksplorasi. Dan yang terpenting dan terutama adalah keselamatan, berangkat dalam keadaan sehat dan berjumlah 13 orang, maka pulang harus dalam keadaan yang sama pula,” ungkapnya. Era

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here