Kuliah Umum Prodi Matematika Hadirkan Doktor Asal Universiteit of Twente Belanda

1. Kuliah UmumSenin (14/11), Prodi Matematika Fmipa Untad bekerjasama dengan The Indonesian Mathematical Society (IndoMS) serta Pusat Riset dan Kreativitas Matematika (PRKM) menggelar kuliah umum dengan tema “Overview of  Various Phenomenon on Mathematics.” Kegiatan yang berlangsung di ruang senat lama tersebut menghadirkan dua pemateri, Miyono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, dan Dr. Frits Van Beckum, dosen dari Universiteit of Twente.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 wita ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Pengawasan mewakili Rektor Untad, Prof. Ir. Andi Lagaligo Amar, M.Sc., Agr., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Andi, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan kebanggaannya atas kegiatan ini, karena itu ia pun menyampaikan kepada semua mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. “Saya merasa bangga dengan kegiatan seperti ini dan mari kita manfaatkan, mari kita ambil apa saja yang bermanfaat dari para pemateri kita hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. Andi juga memberikan nasihat kepada para mahasiswa bahwa yang paling penting adalah apa yang akan dibawa pulang setelah kegiatan ini. “Ketika ada kegiatan seperti ini, maka yang terpenting adalah apa manfaatnya setelah ini. Apa yang akan kamu bawa pulang setelah kegiatan ini selesai,” tuturnya.

Drs. Agus Indra Jaya, M.Sc selaku ketua panitia, dalam laporannya menyampaikan bahwa prodi matematika sejak tahun 2013 mulai melakukan kegiatan-kegiatan berbasis riset. Salah satunya kegiatan ini yang juga sekaligus sebagai pembukaan dua workshop matematika yang diadakan selama 4 hari (14-18/11) yang bertujuan dalam penguatan riset.

Dalam pemaparannya, Dr. Frits menyampaikan secara rinci tentang bagaimana menggambarkan suatu fenomena yang ada di sekitar ke dalam model matematika. Tidak hanya menyampaikan materi tentang pemodelan matematika, dosen asal Belanda yang telah kali kedua datang ke Indonesia ini juga memberikan soal-soal latihan kepada para peserta.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalam menyelesaikan model matematika tidak perlu takut salah. “Jadi mulailah berpikir. Lakukan sesuatu. Mungkin hasilnya salah, tapi tanyakan saja pada dosen supaya tahu apakah hasil yang didapatkan sudah benar atau masih salah.” jelas doktor berusia 73 tahun ini.

Frits juga menyampaikan tiga inti dalam merumuskan dan menyelesaikan model matematika, “Pertama inisiatif. Kedua visualisasikan model, dan ketiga memastikan kebenaran model yang terbentuk” tutupnya.

Sementara itu, berkaitan dengan adanya dua mata kuliah baru di Prodi Matematika yaitu matematika ekonomi dan matematika keuangan serta adanya wacana pendirian program studi baru di jurusan matematika yaitu prodi matematika keuangan, seperti disampaikan oleh Agus, maka Miyono selaku perwakilan dari BI Sulteng turut menyampaikan pemaparannya mengenai keuangan, tentang eksplorasi masalah ekonomi serta prospek perekonomian khususnya di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, matematika adalah ibunya ilmu pengetahuan. “Matematika bisa dikatakan ibunya ilmu pengetahuan. Di ilmu manapun matematika selalu dipakai. Contoh di dunia keuangan, sarat dengan ilmu matematika. Baik untuk membuat prediksi, atau menggambarkan fenomena – fenomena ekonomi semuanya menggunakan matematika. Jadi meskipun saya orang ekonomi, tapi pelajaran-pelajaran yang saya geluti tidak lepas dari ilmu matematika.” ujarnya. Nr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here