Pelatihan Applied Approach (AA) 2016, Upaya Untad Tingkatkan Kualitas Profesional Dosen

suasana saat Rektor Untad memberikan materi
suasana saat Rektor Untad memberikan materi

Menjadi pengajar di Perguruan Tinggi merupakan sebuah pekerjaan profesional. Karena itu seorang dosen di samping menguasai materi perkuliahan, seorang dosen perlu memiliki kemampuan dalam bidang pembelajaran. Salah satu upaya Universitas Tadulako untuk meningkatkan kualitas profesionalitas Dosen, Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LPPMP) melalui Pusat Pengembangan dan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) laksanakan Pelatihan Applied Approach 2016 di IT Center Universitas Tadulako, pada Senin-Jum’at (14-18/11).

Kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan ini dihadiri Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE Msi dan diikuti kurang lebih 41 Dosen dengan penyebaran : 9 dari FMIPA, 3 FKIK, 5 FKIP, 2 Fekon, 3 Faperta, 6 Fapetkan, 3 FISIP, 6 Fatek, 3 Fahut, 2 Untad II Morowali.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Marungkil Pasaribu MSc, ketika ditemui setelah materi pertama selesai, mengatakan tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan profesionalisme dosen dalam meningkatkan pembelajaran.

“Secara umum, dosen telah memiliki materi perkuliahan. Hanya bagaimana cara setiap dosen mengatur semuanya agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik, itu yang diperlukan. Jadi dengan pelatihan ini, peserta dapat merancang suatu evaluasi PBM, Merekonstruksi Mata Kuliah, Membuat Kontrak Perkuliahan, dan Menyusun Bahan Ajar,” ucap Marungkil.

Marungkil berharap, peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengamalkan ilmunya. Juga untuk membuat bahan ajar secara profesional dan mengevaluasi bahan ajar tersebut.

Senada dengan Dr Marungkil tentang tujuan pelatihan ini, Dr Rosmala Nur MSi (sekretaris panitia) mengatakan output dari pelatihan ini adalah peserta dapat membuat bahan ajar untuk memperlancar proses belajar mengajar. “Bahan ajar itu banyak. Ada buku ajar, dan lain-lain. Tetapi intinya adalah buku ajar,” tutur Rosmala.

Rosmala menambahkan bahwa persyaratan mengikuti kegiatan ini adalah telah mengikuti pelatihan PEKERTI, ditugaskan Dekan Fakultas, dan mengisi surat kesediaan mengikuti kegiatan.

“Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta telah mengikuti pelatihan PEKERTI, juga direkomendasikan para Dekan Fakultas masing-masing untuk mengikuti pelatihan ini. Selanjutnya, peserta mengisi surat kesediaan mengikuti pelatihan,” tutup Rosmala. ikr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here