Pelatihan Softskill dan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni, Drs Syaiful Bahri MSi: Jadikan Kegagalan Sebagai Pengalaman Untuk Maju

Pemateri pelatihan softskill, Drs Syaiful Bahri MSi saat memberikan materi di kegiatan pelatihan softskill dan kewirausahaan di IT Center Untad, Jum’at (21/10).
Pemateri pelatihan softskill, Drs Syaiful Bahri MSi saat memberikan materi di kegiatan pelatihan softskill dan kewirausahaan di IT Center Untad, Jum’at (21/10).

Jum’at-Sabtu (21-22/10), Pelatihan Softskill dan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni digelar di Information and Technology (IT) Center Universitas Tadulako (Untad). Agenda ini dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, Pengembangan Karir dan Tracer Study (Pusbang SPMP-PK-TS). Pelatihan ini dibagi dua yaitu pelatihan kewirausahaan dan pelatihan softskill yang dibuat terpisah sehingga lebih maksimal dalam pelaksanaanya. Dalam agenda yang dihadiri 170 lebih mahasiswa tersebut, juga hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad, Prof Dr Djayani Nurdin SE MSi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pelatihan ini. Menurutnya untuk memulai usaha itu jangan terpaku dengan modal. Seolah-olah untuk menjalankan usaha harus dengan modal yang banyak pula, padahal bisa dari modal kecil-kecilan.

“Jika kita mau membangun usaha dari modal yang besar misalnya 10 Milyar, anak SD pun bisa mengerjakannya tanpa harus ikut pelatihan ini. Padahal, ada yang namanya mencari investor, jadi kita tidak perlu menyediakan modal sendiri, jikalau memang terasa berat kita bisa mencari investor yang mau menanam modalnya ke usaha kita dengan menerapkan sistem bagi hasil, nah itulah baru bisa dikatakan pengusaha yang cerdas,” ucapnya.

Dalam agenda ini, menghadirkan pemateri yang mahir dalam bidang pengembangan potensi diri. Drs Syaiful Bahri MSi. Penjelasannya diawali dengan menjelaskan apa itu softskill. “Softskill merupakan kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam di dalam diri dan perlu diaktualisasikan, sehingga memberikan manfaat lebih dalam kehidupan,” jelasnya.

Menurutnya, banyak orang yang tidak menyadari kemampuan yang ada dalam diri mereka yang tersembunyi selama ini, sehingga banyak orang tidak mengetahuinya. Softskill memang perlu dikembangkan, karena yang muncul dalam keseharian sangat sedikit. Ibaratkan gunung es di lautan, kelihatannya kecil, tetapi yang ada dalam laut sangat besar.

Dilanjutkan dengan menerangkan bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan softskill atau potensi diri. “Pertama, kenali diri sendiri dengan membuat daftar pertanyaan dan menjawabnya dengan jujur. Kedua, tentukan tujuan hidup kita untuk jangka pendek dan jangka panjang sesuai kemampuan dan komunikasi kita. Terakhir, jangan mengadili diri sendiri, jika menghadapi hambatan dan kegagalan untuk mencapai tujuan, jangan berlarut-larut jadikan kegagalan sebagai pengalaman untuk maju,” lanjut Syaiful Bahri. Ana