Prof. Glennys O’Brien: The Importance of Developing Research Proposal with Foreign Partners

Prof Glennys (Kanan) saat memberikan materi di hadapan peserta workshop penulisan jurnal internasional yang juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar professor.
Prof Glennys (Kanan) saat memberikan materi di hadapan peserta workshop penulisan jurnal internasional yang juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar professor.

Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi internasional oleh peneliti Indonesia, khususnya publikasi jurnal di Universitas Tadulako (Untad), menjadi jurnal Internasional terindeks di Scopus. Untad melalui International Office (IO) mengadakan workshop penulisan jurnal internasional dengan tema “Developing Research Proposal for International Collaboration and Scheme for Academic Mobility and Exchange“ yang telah dilaksanakan pada Selasa, (1/11) di Ruang Senat, Gedung Rektorat Baru Untad Lantai 3.

Dalam agenda yang dihadiri tiga puluh lebih dosen yang rata-rata sudah menyelesaikan gelar S3 tersebut, juga hadir Kepala IO, Prof Ir Marsetyo MScAg PhD. Dalam sambutannya mewakili rektor, ia menyampaikan tentang perlunya workshop ini untuk memudahkan dalam perancangan dan publikasi jurnal tingkat internasional. Dengan adanya workshop ini diharapkan bagi peserta dapat memanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat jurnal kategori internasional.

Ia juga mengatakan bahwa menurutnya dalam era globalisasi sekarang ini, seorang peneliti selain dituntut untuk dapat melakukan kerjasama penelitian dengan peneliti lainnya di dalam negeri, juga diharapkan mampu melakukan kolaborasi dengan para peneliti di luar negeri. Hal ini dipandang perlu mengingat begitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga melalui kerja sama dengan pihak luar negeri diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan jumlah publikasi hasil penelitian dari para peneliti Indonesia dalam jurnal ilmiah bereputasi Internasional

Dalam agenda hadir pemateri utama yang mahir dalam bidang kepenulisan jurnal internasional, Prof Glennys O’Brien, Dosen di University of Wollongong. Materi yang berjudul “Strategies in Developing Research Proposal with Foreign Partner and Institution” yang disampaikan pemateri ini sangat mudah dicerna oleh para peserta, sesuai dengan bidang keahliannya.

Menurutnya, dengan adanya kerjasama luar negeri dalam hal publikasi internasional memberikan manfaat yang sangat signifikan, yaitu memperluas jaringan (network), meningkatkan kemampuan para peneliti, meningkatkan pengakuan internasional, meningkatkan mutu penelitian dan jumlah publikasi ilmiah dan meningkatkan citation index.

Dilanjutkan dengan materi kedua yang dibawakan oleh Dr Lif Sc I Nengah Suwastika M M Lif Sc. dengan materi “Lesson Learned : Developing Collaboration Research Proposal with Kyoto Prefectural University, Japan”. Ia menjelaskan sesuai program kemenristek dikti dalam meningkatkan jumlah publikasi internasional oleh peneliti Indonesia, beberapa kesempatan bisa dilakukan oleh peneliti dari Universitas Tadulako dengan cara mengadakan kerjasama dengan Kyoto Prefectural University melalui Japan Society for the Promotion of Sciences (JSPS-DG-RSTHE) yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti.

“Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dalam hal ini diwakili Direktorat Kualifikasi SDM mengadakan program JSPS-DG-RSTHE Joint Research Projects berdasarkan kesepahaman kerjasama ilmiah internasional yang saling menguntungkan. Program kerjasama ilmiah bilateral ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan secara bersama-sama antara SDM Iptek Indonesia dan counterpart-nya di Jepang.” ujarnya.

Materi terakhir, yaitu Scheme for Academic Mobility and Exchange (SAME) dibawakan oleh Drs Anang Wahid M. Diah PhD. Dalam pemaparannya SAME ini memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk memfasilitasi para dosen dalam mengembangkan penelitiannya dan bisa dimulai dari awal mereka melanjutkan pendidikan S3-nya. “Selanjutnya untuk memperbarui materi dan metode pembelajaran sesuai bidang mereka sehingga tidak harus mengajar dengan menggunakan materi dan metode yang sudah sangat lama dan tidak cocok di era globalisasi ini,” paparnya. Ana

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here