WorkshopBiologi “Aplikasi DNA Barcoding dalam Taksonomi”

3. Worksop Vivi

Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) FMIPA, gelar workshop pengaplikasian DNA-Barcoding. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dekan FMIPA ini, dihadiri 70 peserta dari Jurusan. Workshop yang mengahadirkan Dr. Ir. Achmad Farajallah. M.Si Dosen Departemen Biologi Institut Pertanian Bogor itu, mengusung tema “Aplikasi DNA Barcoding dalam Taksonomi”, pada Kamis (24/11) di ruang Senat Rektorat Lama Untad.­­

Aswandi selaku ketua panitia, mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan hasil kerjasama HMB dengan Jurusan Biologi. Sedangkan temanya sendiri merupakan hasil usulan dari Dosen pembina HMB. “ Kegiatan Workshop ini, merupakan program dari Jurusan bekerjasama dengan himpunan, semua panitianya dari mahasiswa angkatan 2015 dan pengurus himpunan juga ikut serta membantu. Awalnya ini usulan dari Ibu Anawati dan diserahkan kehimpunan,” ungkapnya.

Ketua Jurusan Biologi, Dr LifSc I Nengah Suwastika LifSc menjelaskan bahwa kegiatan workshop itu dilaksanakan untuk memperkenalkan teknologi DNA-Barcoding kepada mahasiswa Biologi FMIPA Untad. “Kami ingin memperkenalkan lebih jauh teknologi DNA-Barcoding ini kepada mahasiswa khususnya mahasiswa kami dari Jurusan Biologi, maka Jurusan Biologi bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Biologi berinisiatif untuk melaksanakan workshop Aplikasi DNA Barcoding dalam Taksonomiini,”  jelasnya.

Dosen Biologi itu menambahkan bahwa teknologi DNA-Barcoding memberikan sangat banyak manfaat, sehingga mereka terdorong untuk mengenalkannya kepada mahasiswa Jurusan Biologi. “Kami berinisiatif melaksanakan workshop tentang aplikasi DNA-Barcoding  ini karena teknologi DNA-Barcoding merupakan teknik identifikasi spesies yang menggunakan gen penandagen sitokromoksidase sub unit 1 (CO1) dalam genom  mitokondria (mtDNA) dapat mengidentifikasi hampir semua spesies hewan. Selain itu, Barcode DNA menjanjikan banyak manfaat, antara lain mengenali spesies, memastikan keamanan pangan, memastikan keberadaan spesies larva, mengontrol hama pertanian, dan melacak asal-usul  vector penyakit dan serangan hama pada suatu area, sehingga sangat penting untuk mahasiswa kami mengetahuinya,” tambahnya.

Dr Ir Achmad Farajallah MSi dalam materinya menyampaikan, walaupun suatu hewan terlihat sama, tapi dengan perbedaan sedikit saja misalnya jari-jari, sudah dapat menunjukkan hewan tersebut memiliki spesies yang berbeda. “Permasalahannya ternyata bukan hanya warna, tapi jari-jarinya juga,dan ternyata jari-jari itu bisa menjadi penentu spesies,” tuturnya.

Masih dalam materinya, Dr.Farajallah juga menambahkan DNA-Barcoding dapat digunakan untuk membedakan hal-hal yang rumit untuk dibedakan. “ Pada tahun 2007 semua ekspor katak kita dibalikin ke Indonesia karena ketahuan katak kita dicampur antara katak hutan dan katak sawah. Kok bisa tahu? Ya karena DNA. Misalnya juga antara susu kambing harga Rp.12.000, sususapi Rp.3.000, karena penjual mau untung banyak makanya dicampur, tapi kita bisa bedakan dengan aplikasi DNA-barcoding,” pungkas dosen ITB itu. Vv