Gelar Tablik Akbar TP. Al-Ishlah FMIPA Cegah Penyimpangan Aqidah

Dengan kekhawatiran atas penyimpangan aqidah yang terjadi di masyarakat, terutama mahasiswa, Taman Pengajian (TP) Al-Ishlah FMIPA Untad tergerak menggelar Tablik Akbar keduanya, dengan mengusung tema “Muslim Jual Agama”. Tablik Akbar kali ini menghadirkan Ustad Ali Firdaus, yang sebelumnya juga menjadi pemateri pada Tablik Akbar pertama menjelang Ramadhan (04/06) yang lalu. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Moeslim Science Day (MSD) itu, dilaksanakan pada Sabtu (03/12) di musholah Al-Ishlah FMIPA.

Moh. Riswan, selaku ketua Umum TP. Al-Ishlah, menjelaskankan bahwa tema Muslim Jual Agama itu, diangkat karena melihat banyaknya penyimpangan yang terjadi, demi mendapatkan kesenangan dunia yang sifatnya sementara.”Yang sekarang kita lihat hampir sebagian masyarakat rela mengorbankan aqidahnya demi mendapatkan kesenangan di dunia yang hanya sesaat, misalnya pejabat yang takut jabatannya dicopot, ataupun mahasiswa yang takut persahabatannya jadi tidak baik lagi, akhirnya saat temannya mencalonkan jadi pimpinan, walaupun temannya tidak layak, dia juga ikut mendukung, dan banyak contoh lainnya, hanya saja sejauh ini, itu yang bisa kami tangkap,”jelasnya.

Riswan juga berharap melalui Tablik Akbar yang mereka laksanakan, mahasiswa Mipa bisa tetap menjaga aqidah  mereka, sehingga tidak termasuk dalam kategori muslim yang menjual agamanya. “Harapannya sih agar teman-teman di Mipa bisa tetap menjaga aqidahnya, lebih bisa melihat mana sebenarnya yang bisa kita lakukan, sehingga kita tidak tergolong sama dengan orang yang menjual agama. Karena hal-hal yang kita lihat kecil ternyata itu bisa saja membuat kita tergolong orang yang menjual agama kita, jadi harapannya supaya kita lebih hati-hati lagi ketika mengambil langkah,” jelas mahasiswa Matematika itu.

Dalam ceramahnya,Ustad Ali Firdaus menjelaskan bahwa terdapat 4 ciri orang –orang yang menjual agama, dan hal itu sangat banyak dijumpai disekitar kita, serta orang-orang seperti ituseharusnya dihindari. “Ada empat ciri-ciri penjual agama, yang pertama adalah ketika dia berdalil, dalilnya benar tapi tujuannya salah, menggunakan kalimat-kalimat yang haq, yang diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, tetapi tujuannya untuk membenarkan yang batil, maka jika anda melihat ada orang yang menggunakan ayat Al-qur’an, kemudian dia melawan kebaikan, berarti dia telah menjual agamanya. Yang kedua menjelaskan ayat-ayat Al-qura’an dengan samar-samar, ayat al-qur’an itu jelas, kalau ada orang yang mengatakan tentang ayat al-qur’an, “menurut saya”, cepat-cepat tinggalkan. Karena seharusnya kita berkata Allah berfirman, Rasullullah bersabda, dan ulama berpendapat, bukan menurut saya. Yang ketiga menyampaikan agama dengan tidak tegas,” terangnya

Masih dalam ceramahnya, ustad Ali menyampaikan bahwa dari sekian banyak orang yang berilmu atau ulama, manusia terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu ulama yang menyenangkan penguasa, yang selalu melakukan hal yang diridhai para penguasa, ulama yang seperti ini sangat membahayakan. Kedua adalah ulama yang senantiasa mengikuti keinginan umat, prioritasnya adalah kesenangan umat, ini agak mending, tapi tetap tidak boleh. Dan yang ketiga adalah ulama yang berdiri di atas jalan landasan agama, ulama inilah yang susah didapatkan, karena dia tidak peduli dengan perkara-perkara yang membuat dirinya dirinya terancam, karena dia menegakkan kebenaran, meluruskan umat, dan berpikir bagaimana dia bisa terhindar dari marabahaya akhirat

Sementara itu, salah satu peserta Tablik Akbar, Rusiamin Rahmat Supriadi mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang membuatnya lebih mengetahui bagaimana seharusnya ia menempatkan diri sebagai seorang muslim. “Banyak hal yang bisa didapat saat mengikuti kegiatan itu, salah satunya bagaimana seorang muslim menempatkan dirinya, janganlah kita menjual agama. Maksudnya menjual agama, adalah ketika kita mengorbankan agama kita untuk kepentingan pribadi. Terus kita bisa tahu kalau seharusnya kepribadian kita harus berdasarkan Al-qur’an dan Hadis. Dan masih banyak lagi, karena kan kita dapat ilmu dan pengetahuan baru dari Ustad”, ungkap mahasiswa Kimia itu.Vv