PERDANA, 3 MAHASISWA UNTAD MAGANG DI KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI

ketiga mahasiswa untad (kiri ke kanan) berfoto bersama di depan gedung tower (utama) kementerian luar negeri republic Indonesia.
ketiga mahasiswa untad (kiri ke kanan) berfoto bersama di depan gedung tower (utama) kementerian luar negeri republic Indonesia.

Senin (28/11/2016) Tiga Mahasiswa Universitas Tadulako secara resmi diterima sebagai peserta magang di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (KEMLU RI). Ketiga mahasiswa tersebut adalah Andi Iramayanti, Andi Syaifullah Kadekoh, dan Nuraenni Andi Ilham yang merupakan mahasiswa semester 7 (tujuh) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (FISIP Untad).

Mereka kemudian memulai magang perdana setelah sebelumnya dinyatakan diterima oleh Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI pada 11 Mei 2016 lalu. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pendaftaran yang telah mereka lalui kurang lebih selama dua bulan sejak 21 Maret 2016. Adapun KEMLU RI memberikan kesempatan kepada mereka untuk melaksanakan program magang selama dua bulan hingga 28 Januari 2017 mendatang.

Ketiga mahasiswa ini memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta magang di KEMLU RI setelah mendapat informasi langsung dari pihak KEMLU yang pada penghujung 2015 sempat mengunjungi Universitas Tadulako untuk memberikan kuliah umum bertepatan dengan event Sail Tomini di tahun tersebut. Sebagaimana diungkapkan oleh Andi Syaifullah, salah satu peserta magang.

“Awalnya memang dapat info pas kuliah umum sama KEMLU di IT Center waktu itu. Setelah itu coba buka web resminya dan ternyata memang ada lowongan untuk magang. Pas coba daftar eh ternyata diterima. Alhamdulillah bersyukur sekali,” ungkap Andi.

Program magang tersebut merupakan Mata Kuliah Wajib pada Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untad.

Andi Iramayanti, atau yang lebih akrab disapa Andira yang juga berkesempatan untuk magang di KEMLU mengaku dirinya sangat tertantang. Selain dirinya harus hidup di lingkungan Ibu Kota yang sama sekali berbeda dengan Kota Palu, dirinya juga harus dihadapi dengan pekerjaan di kementerian yang menurutnya tentu saja akan berbeda dengan kantor-kantor biasa.

“Magang di KEMLU itu adalah sebuah tantangan yang luar biasa. Karena segalanya pasti akan berbeda. Mulai dari gaya hidup, waktu kerja, jenis kerja, porsi kerja, dan lain sebagainya,” ucap Andira.

Sambutan hangat juga diberikan oleh para staf Direktorat Informasi dan Media KEMLU RI kepada ketiga mahasiswa Untad tersebut. Mayoritas karyawan bahkan merasa kagum ada mahasiswa dari daerah yang menurut mereka cukup jauh namun menyempatkan untuk magang di kantor mereka. Salah satunya diungkapkan oleh Nevi Nurwardhani yang juga merupakan penanggung jawab bagi para mahasiswa magang.

“Senang aja bisa menerima mahasiswa magang dari luar Jakarta apalagi luar Jawa. Soalnya selama ini yang magang di sini kebanyakan dari dalam kota aja. Jadi lebih beragam. Bukan Cuma mereka yang dapat pengalaman baru, kita di sini juga bisa dapat kenalan baru,” ujar Nevi.

Kementerian Luar Negeri setiap tahunnya membuka kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir yang bermaksud untuk melaksanakan program magang di Kemlu. Dari seluruh unit kerja yang ada di Kemlu, Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Informasi dan Media serta Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Deplu (BPPK) merupakan unit kerja yang sering menerima mahasiswa dalam program magang Kemlu.

Secara umum syarat mengajukan lamaran program magang di Kemlu adalah Surat lamaran program magang yang ditujukan kepada pimpinan eselon II yang terkait berupa maksud dan tujuan magang. Selanjutnya persyaratan pelengkap seperti, Curriculum Vitae (CV), Transkrip nilai resmi, dan Surat Keterangan dari pihak kampus. Diutamakan mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris serta minimal kuliah semester ke-5.