30 Dosen FMIPA Dapatkan Dana Hibah Penelitian KEMENRISTEK DIKTI

Mengawali tahun 2017 (06/01) KEMENRISTEK DIKTI mengumumkan nama-nama yang berhak mendapatkan dana hibah penelitian, universitas tadulako (Untad) berhasil menjadi salah satu universitas yang mendapatkan hibah terbayak ditahun ini, terdapat 185 dosen yang nama terdapat dalam daftar penerima dana hibah dan 30 diantaranya merupakan dosen FMIPA yang mencakup seluruh jurusan di FMIPA. Dana hibah penelitian ini diberikan KEMENRISTEK DIKTI sebagai upaya melaksanakan tridarma perguruan tinggi terutama penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam kesempatan ini reporter media tadulako (MT) menyambangi beberapa dosen yang namanya ada dalam daftar tersebut.

Dekan fakulta MIPA, Dr Rusydi H Msi mengungkapkan  kebanggaan dan apresiasinya kepada dosen-dosen mipa yang telah berhasil mendapatkan hibah pendanaan penelitian pada tahun ini. “Saya bangga dan sangat mengapresiasi dosen-dosen yang telah berhasil mendapatkan dana hiba penelitian di tahun ini, dalam pengumuman yang disampaikan kemarin, dosen-dosen Untad banyak yang mendapatkan hibah, terutama fakultas mipa, tahun ini ada 30 dosen dari mipa yang mendapatkan hibah untuk penelitian mereka, dan tentunya ini juga memberikan efek yang baik bagi fakultas, hal ini bisa membantu memberikan penilaian yang baik untuk agreditasi fakultas,” ungkap dosen Fisika itu.

Elisa Sesa, seorang dosen Fisika yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan penelitian yang ia lakukan pada intinya adalah untuk mengembangkan perlatan-peralatan fisika dasar, sehingga bisa mengurangi human eror. “Proposal penelitian yang saya ajukan berjudul sistem atomisasi peralatan eksperimen fisika dengan menggunakan microcontroler abduino, inti dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan peralatan-peralatan fisika dasar yang tadinya manual menjadi otomatis yang dioprasikan dengan microcontroler,” jelasnya.

Dosen Fisika itu juga menambahkan, bahwa ini merupakan kali ketiga ia mengirimkan proposal penelitian, dan baru kali ini berhasil mendapatkan dana hibah dan bahkan ia sempat salah bidang. “Sudah 3 tahun saya usulkan tapi tidak diterima, bahkan di tahun 2015 saya sempat diundang ke Makassar untuk presentasi, saya pikir sudah menang tapi ternyata belum, karena saya pasang di fundamental, dan fundamental itu sesuatu yang baru, presenternya bilang apa yang fundamental dari yang bapak buat, mungkin bagusnya bapak pindahkan ke hibah bersaing atau hibah produk terapan, dan karena saran itu akhirnya saya pindahkan dan akhirnya sekarang lolos,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengaku sempat pesimis, karena salah satu reviewer mengatakan bahwa penelitiannya tidak memiliki trek recor. “Tapi saya juga sedikit pesimis ketika reviewer internal disini mengatakan bapak punya ini tidak punya trek recor, dari penelitian 5 tahun terakhir tidak ada, jadi saya katakan memang tidak ada, kareana saya pergi sekolah, tapi ibu itu bilang seharusnya bapak pasang trek recornya, biar tidak 5 tahun terakhir, biar tahun 2002, bapakkan meneliti harusnya pasang disitu biar saja bukan 5 tahun terakhir, biar bapak diterima. Tapi alhamdulillah juga tetap bisa diterima, dan saya senang karena sudah 3 tahun, bisa bayangkan sesuatu yang diperjuangkan selama 3 tahun kemudian berhasil, dan saya berharap dengan ini banyak mahasiswa yang bisa terbantu tugas akhirnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan berbeda, Dr Umrah, dosen Biologi yang juga mendapat hibah penelitian, mungungkapkan bahwa penelitianya itu sangat bermanfaat bagi para petani terutama petani kakao dan penelitiannya kali ini termasuk salah satu dari dua proposal yang masuk dalam skema penelitian unggulan strategi nasional diterima di Untad.

“Penelitian ini tentang pengembangan pengelolaan tanaman kakao organik melalui penerapan bioteknologi, biofelteraizer dan biopestisida dalam upaya peningkatan produksi yang dibutuhkan petani, dana lebih khusus lagi petani kakao,   yang selama ini selalu merasa resah karena kebutuhan akan pupuk, yang selalu berpikir bagaiman bisa tanaman kakaonya bisa meningkat produksinya dan menghasilkan biji yang berkualitas. Dan penelitian ini merupakan penelitian yang masuk dalam skema penelitian unggulan strategi nasional, yang alhamdulillah  pada tahun ini ada 2 judul yang diterima di Untad. Penelitian ini juga sudah diterapkan pada petani, jadi sambil meneliti juga sambil diterapkan.” ungkapnya.

Umrah menambahkan, bahwa menjadi seorang dosen, dituntut dengan 3 tugas utama yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga, ia berharap bahwa hasil penelitiannya  tidak hanya memberikn manfaat pada institusi dan masyarakat saja, tetapi juga pada mahasiswa. “Kita dosen itu, punya 3 tugas utama yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini terintegrasi dari 3 hal itu, setelah kita lama dalam penelitian, hasilnya bukan hanya untuk publikasi, diterapkan pada masyarakat, tetapi ini  juga harus tersentuh kepada mahasiswa, yaitu dalam bentuk bagaimana kita membimbing, memberikan keterampilan kepada mahasiswa dari hasil penelitian seorang dosen, yaitu bagaimana kita bisa membuat buku ajar yang bisa kita ajarkan kepada mahasiswa dikelas,” imbuhnya.

Dosen Biologi itu juga mengatakan bahwa penelitian yang ia lakukan merupakan penelitian dalam bidang yang mendapatkan pendanaan tertinggi dibandingkan bidang lain yang ada. “Ini judul yang tertinggi, dananya sekitar 500 sampai 600 juta, selain ini juga ada bidang penelitian lain, misalnya penelitian pak Ramadhanil yaitu penelitian fundamental sekitar 60 jutaan, pak Inenga penelitian tentang kerjasama luar negeri sekitar 150 juta, penelitian pak Fahri yaitu penelitian pemula itu sekitar 11 jutaan, jadi setiap jenis penelitian dananya berbeda,” terangnya.

Tidak hanya Fisika dan Biologi, dengan judul penelitian “Penanganan Multi Purposes Masalah Sedimentasi Danau Talaga Sulawesi Tengah yang Mempertimbangkan Konservasi Wilayah Perairan Umum Daratan (PUD),” Resnawati, seorang dosen jurusan matematika berhasil mendapatkan kesempatan menerima dana hibah penelitian untuk kedua kalinya dengan posisinya sebagai ketua tim.

 

Resnawati mengungkapkan bahwa penelitian yang mereka lakukan masih sebatas teori dan hasil akhirnya adalah sebuah paper. “isunya adalah listrik kita yang masih kekurangan, dan sekarang kan ada pengembangan biodisel, nah biodisel itu salah satunya diambil dari mikro alga,  akhirnya kita ajukan pekerti, kerjasama dengan ITS, jadi makanya tahun kedua ini kami mau kontrol mikroalganya,kita cari tahu apa yang memperngaruhi dia tumbuh, nah itu yang akan kita jaga agar tetap ada, kemudian nanti danau Talaga ini bisa menjadi sumber diodisel, itu yang kita mau dapatkan di tahun ke-2 ini. Tapi, kita masi sebatas teoritikel, jadi masih termasuk riset dasar yang bisa menghasilkan paper di index kopus, itu hasilnya,” ungkap dosen yang akrab disapa Ibu Resna itu.

 

Ia juga menambahkan bahwa dalam penelitian yang mereka lakukan, mereka selalu berupaya untuk melibatkan mahasiswa dan bisa memberikan manfaat yang banyak untuk mahasiswa dan jurusan. “Kami berusaha dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa, jadi riset kami ini berbasis mahasiswa, kami berharap riset-riset yang kami lakukan selalu melibatkan mahasiswa, itu bisa menambah pengalaman mereka dan juga bisa membantu mereka membangun kesempatan agar mereka sudah punya peta untuk skripsi nantinya. Kami juga berharap dengan adanya penelitian dan pekerti ini, kami bisa memanfaatkan tenaga ahli entah itu untuk kuliah umum ataupun workshop singkat dengan  mahasiswa sehingga pandangan mahasiswa itu bisa terbuka untuk ilmu matematika khususnya, jangan sampai ilmu matematika dianggap hanya menghitung, padahal sebenarnya mereka bisa masuk kemana saja, kalau di kami matematika terapan mau ke ekonomi bisa, biologi bisa, fisika bisa, jadi kami mau membuka pola pikir mereka bahwa matematika itu bisa mengerjakan apapun,” pungkasnya.

 

Selain itu, dosen matematika itu juga mengungkapkan rasa syukurnya karena ditahun ini bukan hanya penelitian pekerti dengan ITS yang dinyatakan lolos dan menerima dana hibah, tetapi juga pekerti yang ia lakukan dengan UNHAS berhasil mendapat kesempatan yang sama. “Alhamdulillah juga saya sekaligus lolos dipenelitian sebagai anggota untuk pekerti juga, jadi kerja sama dengan UNHAS, alhamdulillah itu suatu hal yang luar biasa, karena proposal kedua juga lolos meskipun hanya sebagai anggota, jadi nama saya cuman satu disitu karena yang satunya jadi anggota,” ungkapnya penuh syukur.Vv/Sr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here