Dr Lukman : Mata Kuliah Baru di FKIP akan Segera Direalisasikan

3. IF 1 - Adi Nur Alim (Mata Kuliah Baru)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tadulako (Untad) akan mengadakan mata kuliah (MK) baru di tahun 2017 ini, dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan juga sebagai ilmu yang akan menambah wawasan mahasiswa kedepannya.

“Nantinya FKIP akan ketambahan satu MK baru yaitu Pendidikan Komunitas Asia, mata kuliah ini adalah mata kuliah pilihan dimana mahasiswa diberikan keleluasaan untuk memprogramkan atau mengikuti mata kuliah tersebut,” Jelas Dekan FKIP Untad, Dr Lukman Najamuddin ketika ditemui awak media di ruangannya, Selasa (04/01).

Menurutnya, mata kuliah tersebut belum dipastikan kapan dimulai waktu pelaksanaannya. Intinya , MK tersebut bisa dipilih, bisa juga tidak dipilih, mahasiswa yang berkeinginan saja yang bisa program MK Pendidikan Komunitas Asia itu.

Lanjutnya, mata kuliah tersebut dilatarbelakangi oleh kuliah umum yang telah dilaksanakan oleh One Asia Foundation yang bekerjasama dengan FKIP. Kuliah umum tersebut telah dilaksanakan sejak September 2016.

“Kuliah umum terakhir adalah seri ketujuh dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan kembali hingga berakhir maret mendatang,” jelasnya.

Menurut Lukman, mata kuliah pilihan ini sangat penting diadakan, karena menjadi salah satu mata kuliah yang sangat berguna dan harus diprogram oleh mahasiswa. Pasalnya, dalam mata kuliah ini para mahasiswa bisa membahas secara lebih luas tentang komunitas Asia nantinya.

Tidak hanya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), tetapi juga perkembangan negara-negara termasuk budaya, kebiasaan dan secara garis besar pendidikan di negara-negara maju dan berkembang. “Bukan hanya membahas apa yang terjadi di Indonesia tetapi juga beberapa negara yang tergabung dalam MEA” terangnya.

Dosen Pendidikan Sejarah itu berharap, bahwa mata kuliah ini bisa memberikan informasi dan pengetahuan kepada para penuntut ilmu di Bumi Tadulako tersebut, bagaimana perjalanan dan dinamika perkembangan suatu negara maju dan kondisi pendidikannya, sebab, pendidikan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN sudah sangat berkembang.

“Kami mencoba memberikan pengetahuan lebih lagi kepada mahasiswa melalui mata kuliah pilihan ini, karena dalam kuliah umum One Asia Foundation kita bisa belajar banyak. Hanya saja, terbatas oleh waktu,” ujarnya. Ana