Beri Inspirasi, Resa Rere Sambangi Untad

Foto Bersama Resa Rere dan Hajar Ana setelah penyerahan plakat. (Foto : Ikerniaty Sandili/MT)
Foto Bersama Resa Rere dan Hajar Ana setelah penyerahan plakat. (Foto : Ikerniaty Sandili/MT)

Pemeran Film Tausiyah Cinta dan sejumlah film-film karya FMM (Film Maker Muslim), Resa Rere beri inspirasi pada ratusan muslimah baik mahasiswa Universitas Tadulako (Untad), maupun muslimah lainnya, pada Sabtu (11/02).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Untad mengusung tema “Beyond The Beauty : Menjadi Muslimah tak Sekedar Cantik” , adalah Seminar Kemuslimahan yang kali keduanya dilaksanakan, terhitung sejak tahun 2015 oleh Departemen Kemuslimahan Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) Universitas Tadulako (Untad).

Pada kesempatan ini, turut hadir Pembina LDK UPIM sekaligus Koordinator Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam, Dr  Hajar Ana Patunrangi SAg Msi. Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan seminar kemuslimahan secara resmi, Hajar Ana mengungkapkan kebanggaan kepada LDK UPIM yang terus berusaha menjadi wadah untuk membentuk karakter-karakter mahasiswa.

“Saya bangga dengan anak-anakku di LDK UPIM. Khususnya pengurus perempuan pada kesempatan ini yang telah mendesain acara seminar untuk turut serta membantu membentuk karakter muslimah, sesuai dengan tema kegiatan bahwa menjadi perempuan tak hanya cantik dari luarnya saja,” tutur dosen yang berkaca mata itu.

Dilanjutkannya, bahwa karakter mahasiswa yang terus dibentuk menjadikannya mewajibkan setiap muslimah yang memprogram mata kuliah Pendidikan Agama Islam harus mengenakan jilbab. “Karena itu, ketika saya mengajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam, saya mewajibkan seluruh mahasiswa perempuan mengenakan jilbab,” lanjut Hajar Ana.

Koordinator Departemen Kemuslimahan LDK UPIM 1437, Peni Putri Rafika mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah semata-mata untuk mencari Ridho Allah Subhanahu wata’ala, dan menginspirasi wanita muslimah. “ Semata-mata kegiatan ini bertujuan untuk mencari ridho Allah Swt. Juga menginspirasi wanita muslimah. Karena cantik itu bukan hanya rupa namun akhlak. Sebagaimana dalam sebuah hadist: Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian (Diriwalatkan Muslim),” ungkap Peni.

Banyak dalil dan ungkapan yang menunjukan betapa penting peran wanita, lanjut Peni, apalagi wanita solehah. “Seperti dikatakan dalam sebuah hadist: Sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah. Wanita juga memiliki peran yang penting demi terwujudnya masyarakat madani yang kita impikan: dimulai dari rumah kita. Jadi, yuk… berhijrah. Belajar dan berproses. Sungguh proses tidak pernah bohong, proseslah yang berperan besar untuk hasil. Open your heart, be your self,” ucap mahasiswa fakultas Hukum itu.

Resa Rere dalam materinya mengajak seluruh peserta dan tamu undangan untuk memuliakan ibu sebagai awal pemaparan materinya. Perempuan berdarah sunda itu  mengatakan bahwa menjadi muslimah yang tidak hanya cantik luarnya, mesti melakukan beberapa hal diantaranya adalah selalu berkumpul dengan orang-orang saleh, mengaji Al-Qur’an, dan terus memperbaiki diri.

“Berkumpul dengan orang-orang saleh. Atau memilih teman yang juga ingin mendekatkan diri dengan Allah. Sebab cantik itu ketika kita menjadi perempuan yang memiliki iman di hati. Bukan karena kulit yang putih, dan sebagainya yang tampak dari luar. Untuk itu, seorang muslimah perlu tarbiyah, perlu mengaji, dan perlu menjalankan segala perintah Allah termasuk berjilbab. Serta menjadikan para istri-istri Nabi sebagai teladan dan panutan. Jangan menjadikan saya sebagai panutan,” tutupnya yang lahir di Cirebon ikr.