Gelar Sosialisasi ON-MIPA, BRM Bangkitkan Semangat Berkompetisi

2. On Mipa - Vivi

Badan Riset Mahasiswa (BRM) FMIPA Untad, menggelar Sosialisasi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-MIPA PT) dengan sukses. Sosialisasi yang digelar di Aula FMIPA,  pada Senin (13/02) tersebut, dihadiri juara 1 ON-MIPA 2016 tingkat Universitas bidang matematika, Nofianto Hari Wibowo dan bidang biologi, Fariz Muhammad Gazali yang berhasil mewakili Untad ketingkat regional Sulawesi. Dalam kegiatan yang dihadiri 66 peserta tersebut, turut hadir juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA yang memberikan gambaran mengenai seleksi ON-MIPA yang akan diselenggaran pada Sabtu (18/02) mendatang.

Ketua BRM, Ahmad Supriadi, menjelaskan bahwa meski sosialisasi yang mereka laksanakan  tersebut hanya dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat dan bahkan struktur kepengurusan mereka yang belum benar-benar rampung, tetapi kegiatan yang mereka laksanakan tersebut, dapat terbilang sukses.

Dalam sosialisasi tersebut, Dr Rustan Effendi Ssi Msi, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA yang juga sekaligus ketua panitia ON-MIPA Untad menyampaikan bahwa ON-MIPA merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan direktorat pergururn tinggi, dan seperti tahun-tahun sebelumnya Fmipa diberikan tugas sebagi pelaksana untuk tingkat Untad.

“ON-MIPA merupakan kegiatan rutin yang dilakukan direktorat perguruan tinggi, yang setara dengan Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN-Pertamina) yang dilakukan pertamina. Pelaksanaan ON-MIPA PT ini dilaksanakn dalam 3 tahap, dan yang dilaksanakan Untad melalui FMIPA merupakan seleksi tahap 1. Tapi, walaupun Fmipa ditugaskan sebagai penyelenggara, namun dewan juri tidak hanya berasal dari FMIPA saja, tetapi juga berasal dari pendidikan mipa FKIP. Nah, hasil dari seleksi ini akan dikirim ketingkat regional yang dilakukan kopertis IX, yaitu wilayah sulawesi yang mencakup sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Hasil dari seleksi tersebut selanjutnya akan dikirim ke Jakarta,” ungkapnya.

Dosen Fisika itu juga menuturkan bahwa seleksi tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (18/02) mendatang, dan untuk mengikuti seleksi para peserta harus memenuhi beberapa persyaratan.

“Seleksi tahap 1 ini, akan dilaksanakan hari Sabtu (18/02) pukul 09.00 sampai 11.00 WITA, sedangkan pendaftaran akan dibuka sampai tanggal 16 pukul 15.00 WITA. Agar dapat ikut seleksi peserta harus memenuhi persyaratan, yaitu terdaftar di korlap dikti, maksimal semester 8, belum lulus sampai tanggal 31 Agustus 2017, berasal dari bidang mipa atau yang relevan, seperti teknik, peternakan, pertanian ataupun kehutanan, belum perna mendapatkan medali emas di ON-MIPA sebelumnya atau OSN-Pertamina dan khusus peserta matematika belum perna mengikuti kompetisi Internasional Mathematics Competition For University Students (IMC). Dan setiap bidang yang akan dikirim ketingkat regional ada 7 mahasiswa,” tuturnya.

Rustan juga berharap dengan adanya sosialisasi tersebut, banyak mahasiswa terutama mahasiswa fmipa yang mengikuti seleksi ON-MIPA dan bahkan dapat lolos sampai tingkat nasional.

“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini mahasiswa mipa ada yang lolos, baik ditingkat lokal Untad, regional maupun nasional. Kami juga berharap mahasiswa mipa tanpa terkecuali dapat mengikuti seleksi ini,” harap dosen Fisika itu.

Dalam sosialisasi itu, Fariz muhammad Gazali, yang merupakan peraih juara 1 ON-MIPA  tingkat universitas tahun 2015 dan 2016 bidang biologi, menyampaikan motivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk mengikuti seleksi ON-MIPA serta mengajak mereka untuk sama-sama berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut.

“Saya belum perna merasakan juara satu ON-MIPA karena, yang saya dapatkan sekarang masih tingkat universitas, tapi walaupun begitu saya sangat bersyukur juga, karena Untad merupakan salah satu dari 20 universitas terbaik di Indonesia, dan untuk mendapatkan juara tingkat universitas itu juga tidak mudah, cukup sulit, karena selain bersaing dengan teman-teman di fakultas, kita juga bersaing dengan teman-teman dari fakultas lain seperti yang ada di fkip sana yang juga hebat-hebat. Ayo kita bangun semangat kita, bahwa kita adalah orang-orang terbaik di fakultas kita dan universitas kita. Saya yakin teman-teman lebih hebat dari saya dan kami disini juga masih berusaha. Sebagai motivasi, inilah yang selalu saya ingat, bahwa ketika kita berusaha keras kita tidak akan mendapatkan hasil yang buruk,” jelas mahasiswa peraih juara terbaik OSN-Pertamina regional ASEAN itu.

Dengan semangat, Ais juga menambahkan bahwa pengalamannya mengikuti ON-MIPA dan OSN-Pertamina semakin membuatnya yakin bahwa semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama walaupun dari universitas yang berbeda. “Kita semua sama, walaupun mereka dari universitas diluar sana, seperti ITB, UGM dan universitas lainnya, kita semua sama, kita adalah mahasiswa yang haus akan gelar dan haus akan ilmu pengetahuan dan sama-sama bisa menjadi yang terbaik di Indonesia. Teman-teman bisa buktikan, dengan cara apa? Dengan cara belajar belajar dan belajar. Karena saya berprinsip pada apa yang dikatakan Mery Riana, yaitu ketika kita gagal, itu bukanlah akhir dari segalanya tetapi itu adalah awal dari bagaimana kita bisa belajar. Jadi ketika kalian gagal, bangkit lagi, ketika kalian gagal, bangkit lagi,” imbuhnya.

Tidaknya hanya Ais, dalam sosialisasi tersebut peraih juara 1 ON-MPA bidang matematika, Nofianto Hariwibowo juga menyampaikan pengalamanya mengikuti ON-MIPA pada 2016 yang lalu, mulai dari kegagalannya pada saat pertama kali mengikuti seleksi yang membuatnya semakin bersemangat untuk mengikuti seleksi ditahun selanjutnya hingga akhirnya bisa mewakili Untad ketingkat regional.

“Disini saya hanya mencoba berbagi pengalaman, yang kurang lebih 2 tahun mengikuti seleksi ON-MIPA. Pertama saya ikut ON-MIPA saat masih maba, disitu saya baru melihat bagaimana modelnya soal ON-MIPA, dan soalnya itu, berbeda dengan apa yang kita dapatkan di SMA, dan saat itu saya belum berhasil. Tapi, saya mencoba lagi satu tahun berikutnya dan alhamdulillah disitu saya baru berhasil lolos, karena saya sudah mulai membaca materi-materi semester atas. Dan untuk matematika sendiri soalnya essai, jadi tidak bisa dikarang-karang sehingga saya sarankan agar lebih banyak belajar. Dan juga jangan lupa untuk banyak-banyak latihan soal.  Jangan nanti 2 minggu seleksi baru belajar, saya sarankan kalau misalnya ON-MIPA itu tahun depan, belajar memang dari sekarang, tidak bisa mepet-mepet waktunya baru belajar,” ungkapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama finalis mathematics competion research itu, juga menambahkan bahwa selain mendapatkan pengalaman dan teman baru. Serta ia juga mengajak para peserta untuk tidak hanya berusaha saja tetapi juga selalu membarenginya dengan doa.Vv