Laksanakan Musyawarah Besar XXI HIMAPTIKA pertahankan sistem Dewan Formatur sebagai cara Pemilihan Ketua Umum

3. Dewan Formatur HIMAPTIKA - MD

Jumat (27/01), Aula Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Raya diramaikan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Tadulako. Himpunan yang berdiri di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini melaksanakan Musyawarah Besar HIMAPTIKA XXI di Aula berkapasitas kurang lebih 200 orang tersebut. Berjalan selama empat hari, Musyawarah Besar ini dilaksanakan dengan Tema “Membuka Gerbang Solidaritas Menuju Dedikasi Nyata untuk HIMAPTIKA”.

Ammar Abdullah selaku Ketua Umum HIMAPTIKA Periode 2016 menjelaskan, Musyawarah Besar ini sebenarnya belum akan dilaksanakan Akhir Januari ini. Namun karena ada desakan dari Pihak Dekanat FKIP melalui surat edaran, meminta agar semua Lembaga menyegerakan persiapan Pengurus Baru sebelum Februari, maka Musyawarah Besar dimajukan waktunya.

Sama seperti Musyawarah Besar Lembaga Kemahasiswaan lainnya, di MUBES HIMAPTIKA inipun dibahas tentang pemilihan Ketua Umum untuk periode selanjutnya. Uniknya, jika lembaga Kemahasiswaan lainnya yang berbasis Himpunan memilih Ketua dengan cara Pemilu Raya, HIMAPTIKA justru selalu memilih Dewan Formatur sebagai cara memilih Ketua Umum, ini sudah dilakukan HIMAPTIKA dibeberapa tahun terakhir.

Hamka selaku Stering Commite  menjelaskan, Dewan Formatur ini menjadi istimewa karena cara pemilihan yang begitu singkat dan tetap memiliki nilai demokrasi didalamnya, karena melibatkan perwakilan masing-masing calon ketua, perwakilan angkatan dan stering commite yang hadir dalam kegiatan Mubes Himaptika.

“Istimewanya Dewan Formatur ini berada pada singkatnya tata cara dan waktu pemilihan, kemudian tidak menghilangkan unsur demokrasi didalamnya, karena di dewan formatur itu tetap kita libatkan perwakilan masing-masing calon, kemudian perwakilan masing-masing angkatan yang mengajukan dan stering commite yang ada pada kegiatan” jelas Hamka.

Hamka menambahkan, dalam tata cara pemilihan demokrasi, Pemilu Raya memang harus mejadi urutan pertama yang harus diutamakan. Namun jelasnya, di Pendidikan Matematika sendiri Pemilu Raya belum menjadi tradisi yang dilaksanakan turun temurun. Penyebab utamanya adalah pelaksanaan Musyawarah Besar yang selalu dilaksanakan dipunghujung akhir kepengurusan.

“Sebenarnya kalau mau dibandingkan sama tata cara pemilihan lain, saya mengurutkan Pemilu Raya sebagai cara nomor satu yang harus diutamakan, hanya saja kita di Matematika Pemilu Raya sejauh ini belum menjadi tradisi yang turun temurun, karena selalu Mubes di akhir tahun dan selalu menjadi alasan bahwa ketersediaan waktu, dana dan kesempatan untuk melaksanakan Pemilu Raya sangat terbatas, jadi untuk menghemat waktu dan agar kepengurusan baru cepat terbentuk untuk melaksanakan program kerja, kita memakai Dewan Formatur”, Ungkapnya.

Salah satu hasil penting dalam Musyawarah Besar ini yaitu terpilihnya saudara Muhsin WA Lantamu sebagai Ketua Umum dan Saudara Nabriansyah Nasution sebagai Wakil Ketua Umum HIMAPTIKA FKIP UNTAD Periode 2017.

Selaku Ketua Umum terpilih, Muhsin mengharapkan agar Mahasiswa Pendidikan Matematika agar lebih kreatif lagi dan tidak hanya berkembang di lingkungan program studi Matematika, namun juga berkembang dilingkup Fakultas, Universitas, bahkan kita harapkan bisa melaju ke tingkat Regional hinggan Nasional. Md