LATIH KEJUJURAN MELALUI KANTIN JUJUR

1. Kantin Jujur

Guna meningkatkan kejujuran mahasiswa, MPM An-Nahl mengadakan Kantin Jujur An-Nahl yang diberi nama “Kantin Jujur An-nahl”.  Kantin ini baru berjalan kurang lebih satu bulan lalu tepatnya sejak 21 Januari 2017.

Berbentuk lemari yang berisi makanan ringan dan minuman, kantin jujur terbilang unik dan termasuk baru di Fapetkan, bahkan baru di Universitas Tadulako. Konsumen diberi kekebabasan melihat mengambil sendiri makanan yang ingin dibeli tanpa ada petugas yang menjaga. Setelah itu, uang bayarannya langsung dimasukkan dalam kotak yang telah disediakan.

“Kantin jujur ini diadakan untuk melatih kejujuran dan kepedulian civitas akademika fakultas peternakan dan perikanan, khususnya mahasiswa,” ungkap Dian kepada crew Media Tadulako saat ditanyai tentang kantin jujur tersebut.

Ini merupakan inisiasi dari salah satu dosen Fapetkan yang kemudian diusulkan kepada MPM An-Nahl untuk menjalankannya. “Awalnya ini merupakan ide dari salah satu Dosen kami, Pak Mustaring. Beliau mengamanahkan pengelolaan sepenuhnya kepada pengurus MPM An-Nahl,” ujar Ketua MPM An-Nahl tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Dr Ir Mustaring MP mengatakan, kantin jujur tersebut terinspirasi dari kantin yang pernah diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan pengajaran kepada masyarakat agar tidak melakukan korupsi. Selain itu, hal tersebut juga merupakan inspirasi ketika kuliah di Universitas Brawijaya.

“Saya terinspirasi dari pengalaman pada saat kuliah di Universitas Brawijaya. Disana disetiap unit kerja dan tempat-tempat belajar mahasiswa ada pedagang yang menyediakan jajanannya. Ia tidak mejaga jajanan itu, tetapi hanya menyiapkan tempat uang untuk para pembeli,” tuturnya.

“Ini juga merupakan salah satu upaya untuk bagaiamana melatih mahasiswa dalam berwirausaha,” lanjut Pak Mustaring.

“Saya berharap kantin jujur ini bisa berkembang. Jia evaluasi terhadap kantin jujur ini dianggap bagus, maka tidak menutup kemungkinan jajanan kantin jujur akan kita tempatkan dibeberapa titik strategis fakultas, sehingga bisa memberikan kemudahan kepada civitas akademika khususnya kepada mahasiswadalam hal konsumsi disela-sela aktivitas perkuliahan,” tambahnnya.

Meski begitu, menurut penuturan Ketua MPM An-Nahl Fapetkan Dian Setiawan selaku penanggungjawab pengelolaan kantin jujur ini, pernah terjadi ketidaksesuaian antara pemasukkan dengan jumlah barang yang terjual. Menyikapi hal ini Dian berusaha memaklumi dan berpikir positif.

“Mungkin saja yang bersangkutan lupa membayar ataupun sementara belum memiliki uang atau ada kemungkina-kemungkinan serupa lainnya. Dan akan dibayarkannyasekaligus di waktu lain” tandas Dian.

Hasil penjualan kantin jujur An-Nahl dimasukkan ke kas lembaga guna menunjang program-program dakwah MPM An-Nahl, dan secara khusus juga disalurkan untuk keperluan Masjid An-Nahl yang masih sementara dalam proses pembangunan. Wn

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here