LDK UPIM Untad ajak mahasiswa muslim tidak ikut-ikutan Valentine Day

LDK Upim

Senin (13/02), Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM) Untad bersama Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) se Untad menggelar aksi di depan gerbang utama kampus Universitas Tadulako.

Aksi tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh secara khusus kepada mahasiswa muslim dan pada umumnya kepada seluruh civitas akademika Universitas Tadulako untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari valentine.

Anugrah Nuari, Kordinator Lapangan aksi tersebut mengatakan, Valentine Day tidak ada dalam ajaran agama islam dan sangat jelas bertentangan dengan syariat islam.

“Valentine tidak ada ajaran islam tentang Valentine. Ini merupakan budaya barat yang sangat kental dengan nuansa pergaulan bebas dan seks bebas. Ini jelas sangat bertentangan dengan syariat islam yang melarang kita untuk mendekati zina apalagi sampai melakukannya,” tegas Mahasiswa Akuntansi ini.

“Jika kita melihat sejarahnya, lanjut Anugrah, valentine day berawal dari perayaan Lupercalia. Perayaan ini adalah kebudayaan pagan Romawi kuno untuk memuja Lupercus yang diyakini sebagai dewa kesuburan dan Hera sang dewi pernikahan. Pada puncak acaranya, laki-laki dan wanita yang mengikuti acara tersebut dipasang-pasangkan kemudian masing-masing pasangan bercinta semalam suntuk. Selain itu, mereka juga meneguk minuman keras hingga mabuk.” Jelasnya. “Ini sangat bertentangan dengan ajaran agama kita, dan tidak sepantasnya sebagai seorang muslim kita melakukannya. Apalagi diluar ikatan pernikahan yang sah,” tutur Anugrah.

Ajakan untuk tidak merayakan valentine juga disuarakan LDK UPIM melalui kajian yang di adakan di Masjid Darul Hikmah Perdos Untad, (14/02). Kajian yang bertemakan kasih sayang dalam Islam” tersebut diisi oleh Ketua Majelis Dakwah Indonesia (Madina) cabang Sulawesi Tengah, Ustad Ali Firdaus.

“Banyak pemuda-pemudi muslim termakan propaganda valentine sebagai hari kasih sayang. Yang parahnya lagi, kasih sayang yang dimaksud dalam hal ini ialah melakukan hubungan yang tak senonoh. Padahal belum ada ikatan pernikahan. Sehingga tak jarang, banyak kehormatan seorang wanita yang melayang hanya dalam waktu yang singkat itu, dengan mengatasnamakan kasih sayang. Ini salah satu hal yang memprihatinkan bagi kita semua,” ungkap Ustad Ali dalam sela-sela materinya.

Wandi, Ketua LDK UPIM dengan segala realita yang telah disampaikan, dapat menjadi pengingat bagi mahasiswa muslim Untad agar tidak merayakan valentine dalam bentuk apapun.

“Pada persoalan akidah tidak ada yang namanya toleransi. Sebagai muslim, kita harus tegas, Sesuatu yang tidak ada dalam ajaran islam apalagi bertentangan dengannya, maka harus kita tinggalkan. Valentine tidak ada dan sangat bertentangan dengan ajaran islam. Apalagi telah jelas-jelas ada banyak fakta negatif yang sangat merugikan dari perayaan ini. Jika kita mengaku sebagai muslim, maka harus kita tinggalkan. Jangan merayakannya dalam bentuk apapun,” pungkasnya.Wn