Membanggakan, Faperta Lahirkan Mahasiswa Tercepat dengan IPK 4,00

2. Adi Nur Alim (Lulusan Tercepat)
Restu Dwi Nugroho (tengah, memakai almamater) menjadi mahasiswa pertanian tercepat dengan IPK sempurna 4,00 dengan lama studi 3 tahun 5 bulan 27 bulan, berfoto bersama Dosen Pembimbing serta Dekan Fakultas Pertanian, Prof Zainuddin Basri (ketiga dari kanan).

Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) kembali mencatat rekor baru. Pada tanggal 27 Desember lalu, mahasiswa atas nama Restu Dwi Nugroho, Mahasiswa Angkatan 2013 program studi (prodi) Agroteknologi jurusan Budidaya Pertanian menjadi mahasiswa tercepat sekaligus meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Restu berhasil meraih IPK 4,00 dengan lama studi 3 tahun 5 bulan 27 hari.

Sejak dipimpin oleh dekan, Prof Ir Zainuddin PhD. Fakultas pertanian telah berhasil meluluskan 14 orang lulusan terbaik sejak Februari 2015, baik dari prodi Agroteknologi maupun prodi Agrobisnis.

Prof Zainuddin mengatakan bahwa dari sekian banyaknya lulusan terbaik yang dihasilkan oleh faperta, baru kali ini menorehkan sejarah baru dengan lulusan tercepat sekaligus IPK tertinggi. Selama berdirinya fakultas pertanian, paling tinggi IPK-nya 3,99 dan lama studi 3 tahun 7 bulan. Oleh karena itu, ini yang pertama kali dengan IPK 4,00 dan lama studi 3 tahun 5 bulan.

Ia menerangkan bahwa kunci utama untuk menghasilkan mahasiswa terbaik adalah dengan mengontrol dan mengidentifikasi mahasiswa yang terlihat memiliki potensi sejak dari semester pertama. “Setelah itu  kemampuannya dikawal, baik di dalam maupun diluar kelas, begitu terus hingga menjadikannya mahasiswa hebat,” terangnya

Prof Zainuddin juga menambahkan bahwa pada tahun ketiga, pihak fakultas membicarakan dengan pihak prodi, lalu diarahkan ke Bidang Kajian Utama (BKU) untuk dipilihkan pembimbing yang tepat sesuai keahlian mahasiswa itu.

Restu Dwi Nugroho sendiri merupakan lulusan pertama di angkatan 2013 sehingga akan menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya agar cepat menyelesaikan kuliahnya. Restu sendiri mengangkat skripsi berjudul pemanfaatan limbah cair organik sebagai pupuk dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa var.chinensis).

Peran pembimbing sangatlah urgen dalam proses membimbing mahasiswa hingga menghasilkan mahasiswa terbaik dan mampu selesai tepat waktu, sekaligus meraih IPK tertinggi. Restu Dwi Nugroho salah satu contoh mahasiswa yang merupakan produk pembimbingan aktif. Uniknya, pembimbing dari Restu ini tidak sekedar menunggu seperti dosen pembimbing pada umumnya, tetapi sangat proaktif.

Dua orang yang setiap saat membimbing Restu hingga menyelesaikan studinya yaitu Dr Ir Muhammad Anshar Pasigai MP selaku pembimbing utama dan Dr ir Bahrudin MP selaku pembimbing anggota.

Muhammad Anshar selaku pembimbing utama mengaku bersyukur bisa membimbing mahasiswa yang juga sangat aktif seperti Restu, sehingga setiap langkah yang dilakukan sesuai harapan dan arahan pembimbing. “Mulai dari rencana penelitian, hingga penyusunan, Restu selalu kami kontrol, baik dari saya sendiri sebagai pembimbing utama maupun dari pembimbing anggota,” ungkapnya.

Dr Bahrudin selaku pembimbing anggota menambahkan bahwa proses pembimbingan dan penulisan dilakukan sekitar empat bulan. Dia berharap dengan berhasilnya Restu tersebut, akan memacu mahasiswa seangkatan Restu, agar berusaha menyelesaikan studi dengan tepat waktu juga. Diharapkan banyak mahasiswa pertanian lainnya yang mengikuti jejak Restu. Ana

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here