Penataan Parkir FMIPA, Langkah Antisipasi Curanmor.

3. Parkiran

Langkah Antisipasi Curanmor.

Seiring dengan  maraknya curanmor di area kampus yang sangat meresahkan mahasiswa, Fakultas MIPA membuat kebijakan dengan menertibkan parkir kendaraan dan menempatkannya di satu area yang luas dimana semua kendaraan bermotor terparkir disitu.

Dr. Abd Rahman Ssi Msi Apt yang ditemui reporter media diruang kerjanya (14/02) menjelaskan, bahwa kebijakan yang dilaksanakan ini melihat dari jumlah mahasiswa yang semakin bertambah dan memarkir motor  disembarang tempat yang mengganggu ketika berjalan sehingga terpikirlah bahwa ada area yang bisa dimanfaatkan. Sebenarnya kebijakan ini sejak lama sudah direncanakan dan masih dalam proses pemadatan, akan tetapi ada surat edaran dari Rektorat agar segera menyediakan tempat parkiran bagi semua civitas akademik di setiap Fakultas.

“sebenarnya sudah lama direncanakan ternyata ada surat dari wakil rektor bidang umum dan keuangan, surat permohonan kepada setiap pimpinan fakultas untuk menyiapkan tempat parkir, nah ini kan nyambung aja karna sudah ada tersedia bahwa kita punya lahan yang sudah dipersiapkan dari awal” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini belum sepenuhnya efektif bahkan belum layak untuk digunakan. Melihat persiapan lahan yang belum dilakukan pemadatan dan tanahnya licin ketika hujan. Tapi ini salah satu bagian dari pembenahan.

“Dari segi penataan tempat sebenarnya lahan belum ready to use akan tetapi ini perintah langsung dari universitas kita harus patuh dan mengawal kebijakan yang ada” ucapnya.

Lanjutnya, semua mahasiswa parkir ditempat didepan dekanat sedangkan untuk dosen dan pegawai parkir dibelakang dekanat mengingat para dosen dan pegawai mobilitasnya sangat tinggi untuk melayani mahasiswa dan jika ada keperluan rapat tetapi hanya untuk sementara waktu jika pembenahan lahan parkir sudah selesai semua akan dipindahkan ke tempat semula. Bagi yang melanggar dan parkir sembarang akan dikenai sangsi dengan mengempeskan ban motor.

“kita berlakukan aturan yang ada, pokoknya semua yang melanggar baik itu dosen, pegawai atau mahasiswa akan kita kempeskan ban motornya” ujar dosen farmasi ini.

Tentunya kebijakan ini akan terus berlanjut dan dijalankan dengan kondisi yang apa adanya demi kemajuan Universitas Tadulako khususnya fakultas mipa “tentunya menjadi lebih tertib, terarah yang paling penting juga masalah keamanan dan kenyamanan, saya juga berharap pihak Universitas cepat melakukan penataan sehingga nanti menjadi lebih nyaman untuk ditempati parkir” tutupnya.

Pada Kesempatan berbeda Asmar sebagai Ketua BEM FMIPA Untad mengatakan tujuan dari parkiran ini adalah untuk mengantisipasi curanmor yang sangat meresahkan mahasiswa.

“ini adalah langkah untuk mempersempit ruang gerak curanmor, walaupun memang keamanan inshaa allah sudah baik tetapi kenyaman belum tapi itu akan berproses” ucapnya.

Sesuatu yang baru dilakukan dan menjadi warna baru di Fakultas MIPA pasti ada yang melanggar dan acuh terhadap aturan yang ditetapkan dan itu akan diberikan sangsi “dilangkah awal belum ada sama sekali pelanggaran, tapi dihari selanjutnya kita mencoba untuk menerapkan sangsi karna ada yang beralasan tidak memiliki kartu jadi sangsi yang kami berikan yaitu harus menunjukkan STNK motor dan membayar denda sebesar Rp. 15.000” lanjutnya.

Sinergitas dan kebersamaan juga diperlukan dalam melakukan pembenahan dengan bekerja sama dengan birokrasi demi kenyaman dan keamanan kita bersama “saya berharap tidak ada lagi curanmor di Universitas Tadulako khususnya Fakultas MIPA dan kita sebagai mahasiswa akan tumbuh sifat disiplin, rapi, dan saling menghargai satu sama lain,” ujar mahasiwa jurusan farmasi ini.

Pada kesempatan lain,  Dana Sulistia mahasiswa Jurusan Biologi mengatakan bahwa kebijakkan ini sangat bagus akan tetapi harus lebih dibenahi lagi mulai dari tempat parkir dan penataan motor.

“Saya sangat setuju, cuma tempatnya belum layak dipakai karna masih banyak batu-batu dan licin kalau hujan, terus padat sekali motor  kadang motor yang satu dengan yang lain bergesekan,” ucapnya.

Menurutnya, mengenai keamanan sudah bagus mungkin lebih baik lagi jika diatap dan dilakukan pemadatan agar tidak berbatu-batu lagi. “Harapan saya semoga tidak ada lagi motor yang hilang dan parkirannya bisa diberi atap atau pelindung supaya motor kami tidak kepanasan juga,” tutupnya. (sr)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here