Prodi Matematika Hadirkan Program KAPPA

3. Prodi Matematika - Nur

Dalam rangka mencetak sarjana yang kuat dalam IMTAQ dan unggul dalam IPTEK, Program Studi Matematika FMIPA UNTAD menghadirkan program KAPPA (Kajian Pembinaan Pendidikan Agama). Program ini diperkenalkan dalam Dialog Akademik Prodi Matematika pada Senin, (6/02) di Aula FMIPA UNTAD.

Ada lima indikator yang ingin dicapai dalam program ini, yaitu Aqidah, Ibadah/Akhlak, Adab, Al-Qur’an, dan Hafalan, dimana dalam pelaksanaannya akan bekerja sama dengan HIMATIKA dan TP Al-Ishlah.

Menurut Dra Rina Ratianingsih MSi, selaku Ketua Prodi Matematika, program KAPPA tidak hanya spesifik untuk agama tertentu, namun untuk saat ini Prodi Matematika baru akan menjalankan program ini kepada mahasiswa muslim. “Ini suatu program namanya KAPPA, tidak spesifik untuk agama tertentu, semuanya bisa, hanya sekarang targetnya untuk muslim dulu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, program ini bertujuan untuk membentuk IMTAQ yang kuat dalam diri mahasiswa, sehingga dapat melatih mental dan hal lain yang bersifat psikologis. “Pada prinsipnya adalah untuk memperkuat IMTAQ kita. Kalau IMTAQ kuat, insya Allah yang namanya mental atau pun hal lain yang sifatnya psikologis itu akan terlatih,” lanjutnya.

Masih menurutnya, program KAPPA akan diterapkan di setiap semester selama 4 tahun masa perkuliahan, yang rencananya akan dijadwalkan setiap minggu sementara secara keseluruhan akan dilaksanakan setiap bulan. “Sistemnya nanti akan dibentuk kelompok-kelompok, nanti akan didampingi oleh dosen walinya. Jadi pembagiannya berdasarkan perwalian juga,” jelasnya.

Agusman Sahari SSi MSi selaku penanggung jawab program KAPPA menuturkan bahwa program yang mulai diberlakukan pada angkatan 2015 dan 2016 ini nantinya akan berbentuk pesantren mahasiswa.

Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa mulai tahun ajaran 2016/2017 mahasiswa Prodi Matematika yang ingin maju dalam ujian kompre harus sudah lulus pendidikan IMTAQ terlebih dahulu. “Mulai semester ini, nanti kalau ujian kompre, ada formatnya. Jadi belum bisa sarjana kalau belum ada sertifikat pendidikan IMTAQ nya. Yang sudah lulus pendidikan IMTAQ baru bisa mengusulkan untuk maju ujian kompre. Yang jelas mereka harus diajar sebelum sarjana,” terangnya. Nr

 

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here