Prof Sutarman: Mahasiswa akan di-DO jika Lewat Tujuh Tahun

Adi Nur Alim (Drop Out)

Mahasiswa yang sudah mendekati masa studi tujuh tahun atau yang sudah berada di masa Drop Out (DO) akan diberikan kebijakan untuk menyelesaikan studi hingga batas waktu yang diberikan kepada yang bersangkutan.

“Waktu yang diberikan kepada yang bersangkutan akan bertahap, apakah satu bulan, dua bulan, empat bulan atau satu semester,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Sutarman Yodo SH MH di ruang kerjanya, pada Selasa (24/1).

Prof Sutarman mengatakan, sesuai dengan aturan, masa studi untuk strata satu adalah tujuh tahun. Apabila masa tujuh tahun itu mahasiswa belum menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, maka pimpinan universitas memberikan perpanjangan sebagai kebijakan yang ada.

Lanjutnya, jika sampai satu semester mahasiswa tersebut belum selesai, maka waktunya akan diperpanjang. Poin utamanya disini adalah, tidak boleh melebihi waktu tujuh tahun secara keseluruhan yang telah disediakan. “Suka atau tidak suka, jika lewat dari tujuh tahun, maka mahasiswa yang bersangkutan akan di Drop Out atau DO,” pungkasnya.

Jumlah terakhir mahasiswa yang hampir di DO yaitu mencapai seribu lebih. Dari jumlah tersebut beberapa persen akhirnya bisa diselamatkan. Mereka yang diselamatkan sesuai aturan akademik adalah sudah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan skripsi yang sudah ditandatangani oleh dosen pembimbing atau siap ujian. “Kebijakan akan diberikan jika sudah melengkapi persyaratan tetapi masih ada beberapa mata kuliah yang belum terselesaikan,” terangnya.

Keputusan DO sendiri dijelaskannya, bukan dilakukan universitas melainkan sistem yang berlaku di semua perguruan tinggi yaitu Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang terpusat di Kemenristek Dikti.

Tambahnya, kebijakan yang diberikan kepada mahasiswa tergantung kondisi, jika mahasiswa itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan studi sesuai waktu, maka kebijakan susah diberikan.

Kebijakan yang dimaksudkan adalah mahasiswa yang bersangkutan tinggal mengikuti pelaksanaan bimbingan konseling atau BK dengan dosen yang bersangkutan. Selama dua minggu akan terjadi tatap muka hingga sampai satu bulan. “Bimbingannya akan dilaksanakan di kelas atau di rumah. Nantinya dosen akan memberikan, materi, tugas dan akhirnya memberikan nilai kepada para mahasiswa itu,” bijaknya.

Pimpinan universitas atau rektor akan memberikan kewenangan kepada fakultas untuk segera mengambil keputusan untuk memfasilitasi mahasiswa yang bersangkutan segera pindah dari Universitas Tadulako sebelum dikeluarkan atau di-DO. Jika ada mahasiswa yang masih dianggap bandel, secara otomatis akan keluar dengan membawa surat keterangan.

“Masih ada harapan untuk memperbaiki diri terutama nasib, sebab universitas melalui fakultas memfasilitasi dimana dilengkapi dengan transkrip nilai dan surat pindah, jika dikeluarkan atau di-DO hanya akan diberikn surat yang tertulis pernah kuliah di Universitas Tadulako,” jelasnya.

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here