Selama Merah Putih Masih Berkibar, HMI Akan Tetap Ada

DSC_0093

Selama merah putih masih berkibar, HMI akan tetap ada

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 7 Februari yang lalu memperingati hari jadinya yang ke 70. Di rentan waktu itu, HMI tidak pernah alpa memberikan kontibusinya pada Indonesia. Oragnisasi pemuda yang didirikan Lafran Pane ini, oleh jendral Sudirman disebutnya sebagai anak revolusi. 70 Tahun HMI lembaga ini tak pernah terlihat renta mengawal Indonesia, negeri ini beruntung memiliki warisan seindah HMI.

Di moment milad organsasi kemahasiswaan ini, Media Tadulako menjumpai dua orang tokoh HMI Sulawesi Tengah. Dr. Nursangadji, DEA juga Iman Sudirman selaku ketua HMI Cabang Palu. Dua kader HMI beda generasi ini, menyampaikan pandangannya terkait organisasi yang telah membawa mereka ke posisi hari ini. Selamat membaca…

Apa yang sangat berharga menurut anda selama berproses di HMI.?

Banyak hal. Tapi yang paling berharga menurut saya, di HMI kader Penanaman nilai-nilai kebenaran, serta wajib bertanggung jawab dengan kebenaran itu. Terpenting dari itu ikatan ideologi yang menjadikan kami berteman lebih dari saudara.

 

Menurut anda, apa bedanya bagi mereka yang tidak ikut dan yang ikut training HMI.?

Pengalaman saya dalam memperhatikan teman-teman mahasiswa, dengan tanpa menanyakan atau mencari tau mahasiswa tersebut anggota HMI atau bukan, seringkali kita bisa menebaknya dengan menilai cara berbicaranya terlebih jika kita bisa menangkap stand opinionnya ketika berdiskusi.

Sebagai organisasi mahasiswa yang baru-baru ini melaksanakan milad ke 70 tahun tentu kita akan bertanya apa yang menjadikanya bertahan dan tetap eksis di usianya yang tak lagi bisa dibilang muda itu. Tentu jawaban utamanya adalah proses pengkaderan yang terus dijaga oleh generasi ke generasi. Marwah pengkaderan yang terjaga, serta komitmen untuk menjadikan HMI sebagai kawah candaradimuka untuk mahasiswa tentu akan melahirkan identitas-identitas tersendri bagi kader HMI. Sehingga sangat mudah kita membedakan mana kader HMI dan mana yang bukan kader HMI. Paling menonjol dari kader HMI itu adalah doktrin keumatan dan kebangsaan. Prinsip bahwa setiap kader harus berpikir dan bergerak demi umat dan demi bangsanya dengan berlandaskan Tauhid. Keyakinan terhadap tauhid inilah yang begitu kuat membedakan antara HmI dan organisasi mahasiswa lainnya terkhusus yang berfalsafah materialisme.

 

Diusianya yang ke 70 apa catatan penting anda terhadap institusi HMI sebagai bahan evaluasi?

70 tahun sebagai organisasi yang terus membina insan-insan mahasiswa sudah menjadi barang yang pasti banyak melahirkan kader dan tentunya juga alumni. Banyaknya orang dan pemikiran yang berkecamuk dalam HMI mestinya tidak boleh keluar dari frame cita-cita “terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT”. Idealnya, setiap keputusan dan gerak yang diambil oleh kader harus melihat apakah ini searah dengan tujuan atau tidak. Mulianya tujuan tersebut harusnya memberikan efek kuat kepada setiap anggota HMI, bahwa keberpihakannya wajib disandarkan pada kepentingan umat, bukan malah membuat tafsir sendiri yang kemudian malah menjadikan umat kebingungan dalam menerka arah perjuangan HMI. Saya pribadi, lebih menginginkan HMI mampu tampil di garda terdepan dalam merespon misi keumatan dengan tentunya tetap berdiri pada keIndonesiaanya.

Berikutnya, HMI mesti menguatkan basis intelektualnya. Kita semua sadar bahwa saat ini peradaban dunia bergeser seiring dengan arah perkembangan teknologi. Sebagai organisasi kemahasiswaan yang berasaskan Islam HMI tidak boleh gamang dalam berbicara ilmu pengetahuan semisal sains dan teknologi. Olehnya gairah untuk berprestadi dalam bidang akademik mestinya sebanding dengan usaha-usaha dalam ibadah-ibadah sosial. Contoh paling sederhana kajian-kajian ditingkatan komisariat tidak melulu soal Filsafat dan agama, tapi juga mesti didorong untuk cakap dalam membahas ilmu pengetahuan yang dibidangi oleh setiap kader. Dengan demikian ke depan, atas dorongan HMI akan terwujud agen-agen pembaharu di masyarakat yang ilmu pengetahuan mantap dalam otaknya dan prinsip tauhid yang kokoh dalam dadanya.

 

Bagaimana pandangan anda selaku aktivis HMI, melihat problem bangsa ahir-ahir ini?

Akhir-akhir ini bangsa kita gaduh hanya karena gara-gara seorang dan beberapa lainnya yang saya nilai sebagai bias dari seseorang tersebut. Gaduhnya bangsa ini atas dugaan penistaan agama yang kemudian berimplikasi ke semua lini seperti hukum, ekonomi, politik dan terkhusus disintegrasi sosial. Setiap kelompok anak bangsa saling mengklaim paling “indonesia” dengan mengusung isu kebhinekaan dan NKRI.

Sebagai kader HMI, saya tentu sangat pengapresiasi komitmen Ketua Umum Pengurus Besar HMI kanda Muliyadi P Tamsir atas keberpihakannya terhadap umat dan ulama. Namun tidak hanya komitmen, saya berharap pada keputusan-keputasan dan tindakan ril dalam mengawal secara serius pembelaan kita terhadap ulama-ulama yang kekinian menjadi imam kita dalam berislam. Sebab apa yang terjadi saat ini pertaruhan kedepannya adalah pada generasi kami yang saat ini jadi Mahasiswa. Jika kini fatwa MUI banyak dipertanyakan, lantas kedepan jika kami memiliki masalah agama dikemudian hari dan membutuhkan fatwa ulama, kemana lagi umat akan bertanya?

Sebagai pimpinan HMI cabang Palu saya menginginkan setiap kader secara berani dan tegas keberpihakannya terhadap umat.

 

Apakah anda melihat mahasiswa cenderung apatis dengan organisasi? Apa tanggapan anda?

Sebenarnya tidak juga apatis, karena pada hakikatnya setiap manusia selalu membutuhkan orang lain dalam keterlangsungan hidupnya. Fitrah ini selalu akan menggiring mahasiswa untuk mengorganisir dirinya. Hanya saja ketertarikan mahasiswa kekinian lebih cenderung pada gerakan-gerakan yang berkaitan dengan program study untuk kepentingan akademik. Sementara di sisi lain organisasi-organisasi ekternal atau yang lebih bekerja pada bidang sosial kurang diminati. Bisa jadi karena organisasi-organisasi yang bersangkutan kurang memberi kepuasan pada mahasiswa disebabkan oleh kurang terpenuhinya keinginan mahasiswa di organisasi tersebut, atau dengan kata lain dalam organisasi tersebut kurang mampu membawa perubahan yang signifikan kepada mahasiswa yang menjadi anggotanya. Belum lagi diperparah dengan rendahnya empati terhadap lingkungan sosial oleh mahasiswa itu sendiri. Olehnya meng up date pola perekrutan anggota dimasing-masing organisasi saya rasa perlu untuk dilakukan.

 

Anda bisa berproses di HMI tentu tidak lepas karena anda kuliah di untad. Apa yang seharusnya untad perioritaskan dalam rangka membangun SDM indonesia yang hebat?

Sebagaimana kampus-kampus lainya tentu aktifitas tridarma perguran tinggi harus dijalankan dengan baik dan benar. Pun demikian dengan UNTAD. Pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat adalah bagian integral dari aktivitas kampus. Di luar dari pada itu dalam menyiapkan SDM indonesia, selain berkosentrasi pada pengembangan hard skill (ilmu pengetahuan dan keterampilan) mesti juga dibekali dengan soft skill yang memadai. Mealatih soft skill salah satunya adalah menjadikan mahasiswa aktif bersosialisasi di dalam organisasi. Olehnya, organisasi juga merupakan sebuah sisi yang penting dalam menyiapkan Alumni kampus terkhusus Universitas Tadulako. Sehingganya kebijakan yang melarang mahasiswa untuk berorganisasi di tahun pertamanya mesti di evaluasi kembali. Karena ruang-ruang kebebasan berkumpul dan berserikat mestinya tidak dihambat dalam lingkungan kampus mengingat kampus adalah salah satu tonggak peradaban bangsa.

 

Apa harapan anda terhadap HMI kaitanya dengan untad, sulteng, dan Indonesia (Kampus daerah dan Bangsa)?

Sebagaimana tulisan kanda solichin bahwa “HMI candardimuka mahasiswa”. Di HMI mahasiswa akan dilatih untuk menjadi sakti! HMI bukan tempatnya bermanja-manja, tetapi “wadahnya” mahasiswa mempersiapkan masa depannya, masa penggodogan diri atau masa penggemblengan diri sebagai kader umat dan kader bangsa, dengan demikian HMI akan mampu mempersembahkan kader-kader umat dan bangsa yang mumpuni untuk islam dan indonesia, secara khusus untuk sulawesi tengah HMI menjadi mitra yang aktif dalam partisipasi pembangunan. Olehnya itu Kampus yang merupakan tempat keberadaan mahasiswa diharapkan tetap mendukung dan memberikan ruang-ruang untuk setiap mahasiswa berkreasi dan berkarya untuk daerah juga bangsanya.

DSC_0167

7 Februari kemairn HMI baru saja memperingati hari lahirnya yang ke 70. Apa reflkesi bapak dari 70 tahun HMI di Indonesia ?

Perjalanan sejarah dari HMI ini mengalami proses pasang surut dalam dinamika kebangsaan kita. Perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa HMI itu lahir dari panggilan sejarah, pada tahun 1947 pada saat itu Lafran Pane seorang mahasiswa dari Universitas Islam Jogjakarta, mensponsori lahirnya HMI. Ia lahir dengan ide jangkauan masa depannya, yang kami sebut dengan Visi HMI, yaitu terbina, insan akademik, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab terhadap masyarakat adil dan makmur, ini yang disebut dalam HMI 5 insan cita.

Itu artinya menjadi insan akademik, anak-anak HMI harus cerdas secara akademik, pencipta the creat, pengabdi, mereka juga harus punya jiwa mengabdi yang bernafaskan Islam. Kemudian bertanggungjawab untuk indoneisa. Jadi ada dua sisi yang tidak bisa lepas, yaitu Islam, dan Indonesia.

Sehingga kalau ada anggapan HMI itu makar, menjatuhkan Indonesia, itu HMI yang tidak benar, karena dia lahir untuk islam dan untuk Indonesia, jadi kader ummat dan kader bangsa. Itu sebagai satu kesatuan yang utuh. Jadi kalau HMI ingin melakukan makar, itu sangat bertolak belakang dengan tujuan HMI berdiri.

Menurut Bapak, Apa yang membuat HMI bertahan hingga 70 tahun kini ?

Pertama itu, karena basenya itu di kemahasiswaan dan mahasiswa selalu ada selama universitas masih ada. Semua organisasi lahir dari cita-cita kalau kita merujuk pada Insan cita HMI tadi, insan akademik, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam, serta bertanggungjawab untuk Indonesia, maka artinya, selama kampus masih ada HMI harus tetap ada, selama Islam ada HMI akan ada, selama Indonesia ada HMI itu ada. Jadi bila ada pertanyaan kenapa HMI eksis hingga hari ini, maka jawabannya karena merah putih masih berkibar.

Apa yang harus dilakukan HMI saat ini untuk mengadaptasi situasi kekinian Indonesia ?

Jadi begini, ada banyak ilmuan yang sangat dibenci orang, salah satunya Charles Darwin, itu karena Darwin mengatakan semua manusia berasal dari monyet. Tapi saya tertarik pada teori yang dikemukakan oleh Darwin. The survive species is not the stronger one, not the intellectual, but those he response to the change. Jadi yang survive itu bukan yang hebat, bukan yang kuat, juga bukan yang cerdas, tapi yang survive itu yang mamu merespon terhadap perubahan.

Disitu menurut saya, HMI mesti respon terhadap perubahan. HMI harus membangun tradisi gagasan. HMI harus mendorong kompetisi gagasan, kompetisi gagasan itu berarti di mana secara terus menerus gagasan itu diolah, menemukan kembali pikiran-pikiran kritis. Itu bisa timbul dari diskusi dan pertemuan. Jadi anak2 hmi harus menjadikan diskusi dan pertemuan atau pertemuan dan diskusi sebagai hiburan, bagi mereka yang terus berpikir. Karena dengan berdiskusi ada sesuatu yang didatangkan oleh yang maha tau masuk melalui jaringan-jaringan pikiran.

Bapak pernah menjabat ketua cabang HMI. Apa yang bapak lakukan di masa itu ?

Di masa itu zaman dimana orang mengatakan, jangan masuk organisasi karena kamu nanti gagal studi. Sebagai organisatoris kami melawan itu dengan karya. Kami mencoba menyeimbangkan, walaupun aktif di organisasi kami juga sukses di studi. Karena memang demikianlah kultur HMi yang dituangkan dalam insan cita tadi itu. nanti kalau kita gagal di studi, orang akan bertanya, itu HMI bagaimana ? kenapa kuliah seperti itu ? nah itulah yang coba kami hindari. Makanya, bukan bermaksud riya, zaman itu saya ketua HMI tapi saya mahasiswa teladan, dan itu saya buktikan untuk membantah image yang terbangun bahwa orang yang aktif di organisasi akan gagal di studi, tapi ternyata, faktanya tidak terbukti pada kasus saya.

Partisipasi apa yang bisa dilakukan HMI di daerah kita saat ini menurut bapak ?

Saya ikut secara individu menjadi moderator dan panelis pada sejumlah pemilihan kepala daerah di Sulawesi tengah ini. Saya juga ikut terlibat dalam pembuatan dokumen perencanaan sampai dengan pembuatan dokumen lingkungan juga pertanian di daerah ini, dan itu adalah partsipasi.

Saya kira adik-adik HMI ini dalam konteks belajar, bisalah menjadi bagian dari event organizer dari berbagi program-program pemerintah. Pemerintah juga harus membuka diri, untuk membuat mereka ini sebagai orang belajar melatih mereka mengambil peranan. Banyak sekali program-program yang bisa melibatkan lembaga seperti HMI, kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan mahasiswa dan pemuda, mestinya mereka, mahasiswa dan pemuda ini diajak menjadi bagian. Itu berarti kita sedang mengkaryakan pemuda, mahasiswa, jadi bukan hanya tanggungjawab universitas, instansi juga bisa melakukan di bidang mereka masing-masing.

Sekarang ini lebih terbuka lagi peluang yang lebih besar, karena negara secara sengaja mengalokasikan uang sejumlah tertentu untuk desa. Karena itu, HMI atau organisasi pemuda lainnya pun bisa mengambil peran di sektor ini, bukan hanya mengawal, karena mengawal terkesan hanya mengkritik, HMI bisa masuk ke dalam menjadi bagian dari proses untuk mencerdaskan bangsa maupun ikut serta dalam kegiatan pembangunan itu. Ambillah semacam desa-desa binaan, yang bisa mereka dekati.

Di HMI kita mengenal KAHMI sebagai wadah berkumpulnya para alumni HMI. Peran apa yang bisa dilakukan alumni HMI ini menurut bapak ?

KAHMI ini secara organisatoris tidak ada hubungannya dengan HMI, tapi secara psikologis ada, karena KAHMI itu akan mati kalau HMI berhenti memproduksi kader. KAHMI harus menjadi penjaga moral, penjaga konsistensi, bahwa apa yang dicita-citakan oleh HMI tidak bergeser. Satu yang harus diakui, yang melanda tidak hanya HMI, tapi melanda hampir semua organisasi di tanah ini adalah nafsu untuk berkuasa yang sangat memiriskan. Maka sering kita temukan hampir semua organisasi itu kalau tidak puas dalam satu kepengurusan, langsung lahir lagi organisasi baru. Itu yang kita hindari.

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here