Untad Terapkan Sistem Absen Online Menggunakan ID Card

salah satu pegawai Rektorar Untad, melakukan absen online menggunakan ID Card pada saat jam pulang (Foto. Andi Siti hajar/MT)
salah satu pegawai Rektorar Untad, melakukan absen online menggunakan ID Card pada saat jam pulang (Foto. Andi Siti hajar/MT)

Tertanggal 1 Februari 2017 kemarin, seluruH Pegawai di Universitas Tadulako (Untad) melaporkan kehadiran dan kepulangannya melalui sistem online dengan menggunakan ID Card.  

Rudy Gosal SE Msi, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP), ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (16/02), mengatakan bahwa tujuan diterapkannya program ini agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk kantor sesuai ketentuan yang dibuat oleh Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Menpan), yakni masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00. Sistem baru ini diterapkan untuk semua pegawai di Untad baik yang berkantor di Rektorat untad maupun di Fakultas.

Rudy Gosal juga mengatakan bahwa semua fakultas telah dilengkapi absen online guna mendukung program Menpan tersebut. “Semua Fakultas telah dilengkapi dengan aplikasi absen online tersebut. Dan saya berharap, semoga dengan adanya  sistem baru ini, kita bisa melayani dengan optimal,” ucapnya.

Masih menurut Rudy, ia berpesan kepada seluruh pegawai di Untad, agar berusaha menepati waktu yang sudah ditetapkan.  Karena hal ini akan memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun lembaga dalam rangka mengoptimalkan layanan kepada seluruh pihak. “Para pegawai sebenarnya sudah tahu dengan aturan jam masuk kerja, yaitu 07.30 sudah harus di kantor. Namun  kembali lagi pada kesadaran masing-masing, apakah mereka mau disiplin dengan aturan itu  atau tidak. Apalagi sekarang beberapa fakultas sudah menerapkan kuliah pukul 07.30. Selaku pimpinan di BAKP, lanjut Rudy,  tentunya saya sangat mengapresiasi adanya sistem baru ini. Sebagai pelayan terdepan,  memang jujur saya sudah membiasakan untuk masuk kantor pukul 07.30, karena menurut saya itulah waktu efektif kita untuk mulai bekerja sehinga pelayanan bisa dioptimalkan,” imbuhnya.

Selain itu, Kepala Bagian HTL dan Kepegawaian, Mahyudin SH melengkapi ulasan yang telah diberikan oleh Kepala BAKP Untad. Menurutnya, sistem ini sedang dalam proses sosialisasi yang dimulai per 1 Februari kemarin dan akan aktif per 1 Maret nanti. Jika ada pegawai yang kesulitan masuk di pukul 07.30, mereka bisa membayar keterlambatannya dengan menambah jam kerja sesuai waktu keterlambatannya. “Misalnya ada yang datang pukul 08.00, berarti dia pulang nanti pukul 16.30. Untuk mengatasi keterlambatan, sebenarnya bisa dengan cara prepared lebih awal bagi yang rumahnya jauh dari kampus. Karena memang inilah konsekuensi kita sebagai Aparatur Sipil Negara,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu tenaga kontrak yang di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berinisial Dn, berpendapat, bahwa penerapan absensi online ini sudah  mampu mendisiplinkan seluruh pegawai di Untad. Selain itu, pelayanan kepada mahasiswa juga bisa lebih maksimal. Namun ada beberapa dilematis dalam penerapannya.

“Beberapa tenaga kontrak belum siap hadir sesuai dengan waktu yang ditentukan. Beberapa unit juga termasuk FKIP masih bingung harus melakukan absen di mana. Mesin absen kita ada tapi masih berada di ruang keuangan yang lama, dan tidak diketahui mesin tersebut dalam kondisi bagus atau tidak,” paparnya.

Dn berharap dengan adanya sistem absensi online ini, bisa menciptakan ketertiban dalam bekerja di Untad. Serta  semua pihak bisa memahami maksud dari pentingnya penerapan sistem ini. ash

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here