DIALOG KHUSUS TU TV, REKTOR DAN DEKAN FISIP SAMA-SAMA TEKANKAN SISI EDUKASI TU TV

LIPSUS 2

Usai diresmikan dengan pemotongan tumpeng, TU TV langsungkan Dialog Khusus yang dikemas dalam Talk Show dengan dua nara sumber yakni Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS dan Dekan FISIP, Dr Slamet Riyadi Msi, pada (07/03) di studio TU TV, gedung Program Studi Ilmu Komunikasi.

Dalam penyampaiannya pada Talk Show yang di pandu Anita Aswin sebagai Host, Prof Basir menyampaikan bahwa berdirinya TU TV tidak lepas dari tangan orang-orang yang kreatif. Orang yang selalu melihat peluang diseluruh kesulitan. Bukan mereka yang selalu melihat kesulitan di setiap peluang.

“Sebab hanya orang-orang yang selalu melihat peluang diseluruh kesulitan yang dapat membuat TU TV menjadi lestari. Karena media adalah sumber kekuatan bagi siapa saja dan kapan saja. Oleh karenanya, media khususnya media kampus harus hadir untuk kita semua,” terang Rektor.

Lebih lanjut guru besar Fakultas Pertanian ini, yakin dengan hadirnya TU TV adalah sebuah kebaikan dari hari kemarin. Sehingga ia berharap TU TV menjadi TV Komunitas yang harus tetap bersifat komunal meski segmennya dibatasi. “Saya yakin dan percaya bahwa hari ini adalah hari yang baik untuk kita semua. Di mana hari ini telah resmi hadir media yang berjati diri tadulako. Sama seperti Universitas Tadulako. Sehingga apapun programnya, nilai edukasinya harus dinomorsatukan. Saya juga berharap, meskipun TU TV segmennya adalah TV Komunitas, namun kita tidak boleh membatasi diri. Status administrasi memang komunitas, namun sajian informasi yang diberikan haruslah bersifat publik. Komunitas yang dimaksud di sini tentu komunitas para akademisi,” lanjutnya.

Masih menurut Prof Basir, bahwa hadirnya TU TV juga sebagai bentuk sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan skill dalam hal ini di bidang pertelevisian. Media kampus yang sudah ada sebelumnya seperti Media Tadulako pun demikian tujuannya. “Hidup ini tidak boleh monoton. Ragam rasa, ragam warna, ragam media. TU TV disamping sebagai laboratorium juga untuk mengembangkan bakat anak-anak kita sebelum mereka terjun di tengah masyarakat,” ucap Rektor.

Senada dengan Rektor Untad tentang program TU TV yang mengedukasi, Slamet Riyadi  menghimbau para kru untuk menyajikan program-program acara yang mengedukasi. “Orientasi TU TV haruslah menyajikan program-program akademik yang dapat mengedukasi semua kalangan. Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan ada juga program-program terkait perkembangan universitas maupun perkembangan akademik untad,” jelas Dekan.

Slamet Riyadi menekankan kepada civitas akademik Untad bahwa meskipun keberadaan TU TV berada di lingkungan FISIP, namun TU TV merupakan media Untad bersama. TU TV dibangun untuk menjadi media pemersatu Civitas Akademik Universitas Tadulako. Dekan juga berharap bahwa ke depannya tidak ada rasa sungkan untuk memberikan arahan dan saran demi kemajuan TU TV.

“TU TV ini milik Untad bersama. Oleh karenanya ke depan ketika Dekan-dekan di fakultas lain memiliki program unggulan dari fakultasnya masing-masing dapat menggunakan TU TV sebagai wadah untuk menyalurkan informasi tersebut,” tambah Dekan.

Disinggung soal bagaimana tanggapan mengenai program acara politik, Rektor dan Dekan sama-sama mengungkapkan keterbukaan mereka terhadap hal tersebut. Menurut Rektor sepanjang informasi terkait politik tersebut tidak bersifat partisipan atau mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lainnya, hal itu sah-sah saja. Karena harus kembali pada jiwa sejati TU TV yang hadir sebagai media edukasi. Jadi menurutnya, jika ada pemberitaan mengenai politik maka pemberitaan itu haruslah politik yang edukatif.

Sementara Dekan FISIP mengatakan bahwa nafas Politik tidak bisa dipisahkan dari FISIP. Sebagai civitas yang paling paham akan permasalahan politik, FISIP tentu saja akan hambar tanpa adanya bumbu-bumbu politik di dalamnya. Kdk/ikr

 

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here