Dr. Fadly Himbau Mahasiswa Ikut Program Hibah Bina Desa

Dr-Ir-Fadly-Y-Tantu

Mahasiswa sebagai pemimpin masa depan sudah sebaiknya mempersiapkan diri sejak awal untuk menjadi pemimpin, setidaknya dengan belajar membina masyarakat desa. Hal ini disampaikan Dr Ir Fadly Y Tantu MSi saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Inspiring Talk yang diselenggarakan oleh UKPM (Unit Kegiatan dan Penalaran Mahasiswa), pada Sabtu (18/02) di Auditorium Universitas Tadulako.

“Karena mahasiswa itu pemimpin masa depan maka dari awal semestinya sudah mempersiapkan diri bagaimana menjadi pemimpin, paling tidak bagaimana membina masyarakat di desa,” ujar Dr Fadly.

Lanjutnya, Program Hibah Bina Desa bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang berjiwa sosial tinggi, ulet dan kreatif  serta mampu bertanggung jawab dan mampu bekerja sama dalam pemberdayaan masyarakat. Selain itu, menurutnya PHBD juga bertujuan untuk menggali potensi dasar intelektual, kecerdasan emosional, spiritual dan sosial mahasiswa. “Ini yang mau digali dan dipresentasikan kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakat dalam hal ini adalah bina desa,”  imbuhnya.

Dr Fadly menuturkan bahwa PHBD yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti merupakan wadah untuk mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang selama ini diperoleh di kampus dalam bentuk pembinaan masyarakat desa,“Jadi sesungguhnya hibah bina itu adalah satu wadah yang dibuat oleh kementerian riset, yang diberikan kepada mahasiswa yang memiliki visi atau memiliki harapan-harapan untuk bisa bersama-sama masyarakat dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan ke masyarakat. Apa yang bisa dia lakukan ke masyarakat untuk diimplementasikan dalam bentuk pembinaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan, PHBD merupakan satu subyek dalam pengembangan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dibiayai oleh Kemenristek Dikti dengan nilai yang paling besar.

Masih dalam kegiatan tersebut, Dr Fadly juga memaparkan tema-tema yang bisa diambil dalam PHBD yaitu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, keamanan pangan,energi, keragaman hayati, mitigasi bencana, seni budaya, industri, pariwisata, serta teknologi informasi dan komunikasi.

“Yang penting itu harus mengikuti panduannya. Karena kalau salah satu poin saja dalam panduannya langsung out, jadi perhatikanlah mulai dari cara menulis, semua ada di dalam panduan.Kemudian mengikuti sistem penulisan konsultasi dosen pembimbing itu harus intensif. Selain itu juga harus berbagi ide bersama anggota tim, bukan cuma satu orang yang memberikan ide tetapi harus berkolaborasi,”jelasnya Dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan.\

Di akhir pemaparannya, Dr Fadly menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk mencoba mengajukan proposal Program Hibah Bina Desa, “Bila kami bisa kenapa kalian tidak bisa,” tutupnya.Sr/Nr