Mahasiswa dan Alumni Untad Wakili Sulawesi dalam YLCCC 2017

Youth Leadership Camp for Climate Change
Tim berfoto bersama di bandara Mutiara Sis Al Djufri. Kanan-Kiri : Ahmad Ma’ruf, Intan Rukmana, Sukma, Reny Septiani, dan Abizar. (Foto : Doc. Pribadi)

Ahmad Ma’ruf (Alumni Universitas Tadulako), Reny Septiani (Pendidikan Kimia Universitas Tadulako, 2013), Intan Rukmana (Alumni Universitas Tadulako), Abizar Ghiffary (STMIK Adhiguna Palu), serta Sukma Impian Riverningtyas (Alumni Universitas Gadjah Mada), yang tergabung dalam Tim Buya Sabe berhasil lolos dan menjadinya satu-satunya  wakil Sulawesi dalam Youth Leadership Camp for Climate Change (YLCCC) 2017 yang dilaksanakan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Bandar Lampung.

Hal ini seperti yang dituturkan oleh Intan, salah seorang anggota Tim Buya Sabe, saat ditemui pada Selasa (07/03), “Dari semua pendaftar, hanya dipilih 10 tim yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kebetulan kami adalah satu-satunya tim yang lolos dari Sulawesi. Tim lain berasal dari Kalimantan, Sumatra, dan sebagian besar dari Jawa,” ungkapnya.

Menurut Intan, banyak manfaat yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan ini, antara lain adalah pengetahuan tentang adanya Perjanjian Paris yang menekankan pentingnya menjaga suhu bumi, serta  tumbuhnya kesadaran tentang perubahan iklim di bumi sehingga perlunya dilakukan pencegahan dan adaptasi.

“Untuk pencegahan dan adaptasi sebenarnya tidak terlalu susah dilakukan seperti hemat energi, hemat air bersih, menanam pohon, tidak buang sampah sembarangan, sadar penggunaan berbahan tinggi karbon dan lain sebagainya yang semuanya dapat kita lakukan asal dengan kesadaran dan komitmen yang kuat,” imbuhnya.

Event yang diikuti oleh 50 pemuda/i terpilih dari seluruh Indonesia ini merupakan acara pelatihan kepemimpinan nasional di bidang perubahan iklim untuk anak-anak muda Indonesia dari berbagai latar belakang yang bertujuan untuk membekali peserta dengan informasi tentang perubahan iklim dan gaya hidup yang harus dilakukan agar lebih rendah karbon, serta melatih keterampilan komunikasi untuk mendukung aksi pengendalian perubahan iklim. Setelah pelatihan, para peserta dinobatkan menjadi pejuang iklim dan wajib untuk menerapkan aksi pengendalian perubahan iklim di lingkungan sekitarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari (24-26/02) ini diselenggarakan oleh UNESCO Jakarta bekerja sama dengan UNCC: Learn, Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC), Climate Reality Project Indonesia, serta Youth for Climate Change. Nr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here