Pelatihan KWU Dan Soft Skill, Jumlah Pendaftar terus Meningkat

soft skill

LPPMP Untad kembali gelar pelatihan kewirausahaan dan soft skill bagi mahasiswa dan alumninya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu (03-04/03) di IT Center tersebut diikuti kurang lebih 90 peserta hasil seleksi online dari seluruh fakultas yang ada. Pelatihan yang dibuka Warek Bima tersebut, menghadirkan pemateri-pemateri yang merupakan para praktisi, yakni perwakilan Bank Indonesia (BI), Motivator Nasional, pelaku bisnis perhotelan, dan Direktur Eksekutif KADIN SULTENG, H Mansur Baadi SE.

Koordinator SPMP-PK-TS LPPMP, Dr Eko Jokolelono SE MSi melaporkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah peserta yang mendaftar semakin meningkat. Pelatihan kewirausahaan dan soft skill yang dilaksanakan LPPMP kali ini merupakan gelombang pertama untuk tahun 2017. “Pertumbuhan peserta dari aspek pendaftaran setiap tahun terus meningkat. Tahun ini, gelombang pertama 297 calon peserta yang mengikuti proses seleksi, yang kemudian pengumumannya dilakukan pada tanggal 1 dan 2 dan yang dinyatakan lolos seleksi adalah 90 orang dibagi dua. Yang mengikuti kegiatan ini 25%-nya adalah alumni dan sisanya mahasiswa aktif,” ujarnya.

Eko juga menjelaskan bahwa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kemauan, kepedulian dan keinginan untuk sukses dari para mahasiswa dan alumni . “Untuk tahun ini semua fakultas punya wakil, hanya jumlahnya yang tidak sama, karena bisa saja faktor kemauannya yang lebih tinggi di satu fakultas, kali ini kayaknya MIPA yang lebih banyak. Mungkin boleh jadi kepedulian  pimpinan fakultas memberi suport bagi mahasiswa untuk ikut, kemudian juga bisa jadi mahasiswanya atau alumninya yang memang mau dan mau mencari. Kalau ditanya mana yang lebih dominan saya tidak bisa jawab, tetapi yang diperhitungkan adalah kemauan, kepedulian dan keinginan untuk sukses sepanjang aksesnya tersedia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut adalah untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan alumni Untad agar tidak terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS),  tetapi bisa membuka lapangan kerja baru. “Tujuannya  adalah memberikan pencerahan bagi alumni plus adik-adik mahasiswa di semester 6, 7, 8 agar mereka tidak berharap banyak menjadi PNS, karena PNS itu tidak lagi cukup memberi peluang. Peluang yang terbuka lebar adalah kewirausahaan dan kemampuan soft skill. Tanamkan dalam diri kalian, bahwa sarjana dan alumni Untad mampu membuka lapangan kerja baru, itu yang penting,” imbuhnya.

Dengan adanya pelatihan tersebut Eko berharap agar alumni-alumni Untad siap membangun lapangan kerja baru dan bisa memberikan peluang kerja bagi teman-teman se-almamaternya, serta ia juga berharap agar pada gelombang selanjutnya pelatihan kewirausahaan dan soft skill waktunya bisa ditambah. “Ini adalah layanan untuk mahasiswa dan alumni, jadi diharapkan memberi kemudahan bagi adik-adik agar besok dia siap membangun lapangan kerja dan diharapkan dia bisa menarik teman-temannya satu almamater, paling tidak almamater dia, kalau misalnya dia dari teknik ya teman-temannya dari teknik. Dan untuk tahap berikutnya, kalau dananya cukup, waktunya ditambah supaya lebih punya keterampilan,” harapnya.

Dalam penyampaiannya, Dr Amiruddin Kade SPd MSi memberikan pencerahan mengenai pola pikir mahasiswa. Sekretaris LPPMP itu mengungkapkan bahwa semua kurikulum baru, baik kurikulum yang berorientasi KKNI di perguruan tinggi maupun kurikulum nasional yang ada di sekolah, selalu menekankan pada sikap terutama soft skill, sehingga jika hanya mengandalkan IP yang tinggi saja tidak cukup, diperlukan kemampuan berkomunikasi dan menawarkan kompetensi yang dimilikinya serta attitude yang baik.

“Lembaga penjaminan mutu sangat mendukung mahasiswa dan alumninya untuk memperoleh pelatihan bagaimana berhubungan dengan orang lain, yaitu berkomunikasi dan bagaimana bisa berusaha, apalagi dengan adanya KEPRES tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dalam KKNI ini, jelas sekali capaian lulusan ada 4 hal, yaitu sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Semua kurikulum baru baik kurikulum yang berorientasi KKNI di perguruan tinggi maupun kurikulum nasional selalu menekankan pada sikap, terutama soft skill. Memang tidak tampak tapi harus ada dalam kehidupan kita. Banyak orang yang IPnya 3,997, misalnya hanya satu yang B, tetapi begitu diwawancara gugup karena dia tidak punya soft skill. Hargailah diri anda dengan kompetensi yang anda miliki,” ungkapnya.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here