Perdana di Sulteng, alumni Untad ditetapkan sebagai CPM XIV Indonesia Mengajar

Perdana

Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar kembali mengajak sarjana terbaik Indonesia, baik lulusan dalam negeri mapun luar negeri untuk bergabung menjadi Calon Pengajar Muda (CPM), yang akan ditempatkan di daerah 3 T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar) di Indonesia. Program ini merupakan salah satu program yayasan Gerakan Indonesia Mengajar yang bertujuan untuk membayar janji negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ilerniaty A. T. Sandili, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2012 yang yudisium pada Mei 2016 lalu, menjadi salah satu pendaftar yang berhasil menjatuhkan ribuan pendaftar lainnya. Pasalnya, program ini pada angkatan XIV berhasil menjaring 10.213 pendaftar, yang kemudian ditetapkan lolos pada tahap selanjutnya sebanyak 210. Melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK/VE/IM/III/2017, pada Jum’at (10/03) Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar menetapkan 42 orang CPM angkatan XIV.

Tahap penilaian dalam perekrutan CPM XIV dilakukan beberapa tahap. Pertama, tahap penilaian online terhadap profil dan esai bersama Relawan Asesor Manual Scoring. Kedua, tahap Direct Assessment (DA) yang dimulai dari tanggal 16 Januari-3 Februari 2017. Pada tahap ini, para kandidat diundang untuk bertatap muka langsung dengan Tim Seleksi Indonesia Mengajar, dan menjalankan serangkaian proses seleksi selama satu hari penuh. Dan tahap ketiga adalah Medical Check-up (MCU).

Gadis berkaca mata yang menjadi CPM pertama di Sulawesi Tengah (Sulteng) ini, mengatakan bahwa pada tahap kedua, para kandidat memilih lokasi untuk mengikuti DA, yakni IPMI International Business School, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), dan Universitas Panca Budi Medan.

“210 pendaftar yang lolos pada tahap pertama memilih untuk mengikuti DA yang merupakan tahap kedua. Ada beberapa tempat DA yang bisa kami pilih sesuai kedekatan tempat tinggal, yaitu Jakarta, Jogja, Surabaya, Sidoarjo, dan Medan. Pada tahap ini, diujikan tes potensi akademik, focus Group Discussion, Psikotest, Psikografis, wawancara,  dan microteaching,” terangnya.

Iker, sapaan akrabnya memilih mengikuti DA di Surabaya dan beberapa pekan kemudian ia ditanyakan lolos dan maju pada tahap MCU. Ia kembali dinyatakan lolos setelah tahap MCU, dan akan menjalani proses training selama 6 pekan di Jakarta sebelum diberangkatkan di lokasi penempatan.

“Nanti di bulan April, kita akan mengikuti pelatihan dulu baru ditempatkan di lokasi penempatan. Lokasi penempatannya belum dinformasikan saat ini. Yang pasti untuk angkatan ini, jika tidak ada perubahan lokasinya di Hulu Seungai Selatan (Kalimantan), Konawe (Kendali), Maluku Barat Daya, dan Kepulauan Yapen (Papua),” jelas Iker. ikr

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here