Prof Edi Beri Kuliah Umum Sistem Dinamika

Pemberian cendera mata berupa batik bomba khas suku Kaili. Dari kanan ke kiri: Drs. Agus Indra Jaya, M. Sc, Dra. Rina Ratianingsih, M.Si, Prof. Dr. Edi Cahyono, M.Si, Rahim (Ketua Himatika), Juni Wijayanti Puspita, S.Si., M.Si Foto: Dok. Panitia
Pemberian cendera mata berupa batik bomba khas suku Kaili. Dari kanan ke kiri: Drs. Agus Indra Jaya, M. Sc, Dra. Rina Ratianingsih, M.Si, Prof. Dr. Edi Cahyono, M.Si, Rahim (Ketua Himatika), Juni Wijayanti Puspita, S.Si., M.Si
Foto: Dok. Panitia

Selasa (28/02), Prof Dr Edi Cahyono MSi, Dosen dari Universitas Halu Oleo Kendari, memberikan kuliah umum bertajuk ‘Sistem Dinamika: Dasar Teori dan Aplikasinya’ di Aula Fakultas Mipa Universitas Tadulako. Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Matematika FMIPA UNTAD ini dihadiri oleh sekitar 150 mahasiswa Prodi Matematika dari berbagai angkatan.

Ketua Prodi Matematika, Dra Rina Ratianingsih MSi dalam sambutannya mengharapkan agar dengan diadakannya kuliah umum Sistem Dinamika ini akan membuka wawasan mahasiswa matematika terutama dalam mata kuliah sistem dinamik yang selama ini hanya terbatas pada masalah mencari kestabilan suatu sistem.

Sementara itu, Ketua Jurusan Matematika Junaidi PhD, dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan ini sangat mengapresiasi kehadiran Prof Edi untuk memberikan kuliah umum. Junaidi juga menghimbau agar para peserta kuliah umum dapat menyimak materi yang disampaikan dengan sebaik-baiknya mengingat banyaknya tambahan ilmu yang bisa didapatkan terutama terkait mata kuliah sistem dinamik.

Dalam kuliah umum yang dimulai pukul 08.00 Wita ini, Prof Edi secara rinci menyampaikan materi tentang sistem dinamik. Prof Edi juga mengajak peserta agar mulai terbiasa untuk berpikir dalam kaitannya dengan persoalan sistem dinamika,

“Karena selama ini kita hanya dipola untuk melakukan ini dan itu, kita tidak dipola untuk berpikir. Jadi ketika ditanya apa itu sistem dinamika, kita hanya menjawab sistem dinamika adalah cabang dari matematika yang menganalisa pola pada kestabilan, padahal sebenarnya lebih dari itu,” tegas Prof Edi. Nr