PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI SELENGGARAKAN YUDISIUM BERSAMA

KE-15 PESERTA YUDISIUM MENGIKUTI PROSES PENGUKUHAN SARJANA OLEH WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK
KE-15 PESERTA YUDISIUM MENGIKUTI PROSES PENGUKUHAN SARJANA OLEH WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK

Selasa (28/02), Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako menyelenggarakan Yudisium Bersama. Yudisium yang diikuti sebanyak 15 peserta ini di selenggarakan di Ruang Senat Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako.

Dr. Muhammad Khairil S.Ag, M.Si selaku Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi menegaskan bahwa ada tiga alasan yang  mendasari dilaksanakannya yudisium bersama ini. Pertama, sebagai nilai silaturahmi akademik antara mahasiswa, orang tua, dan dosen. Ini merupakan hal yang sangat mendasar dalam membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Kedua, secara akademik yudisium adalah pengesahan bagi mahasiswa untuk meraih gelar akademik sehingga hukumnya menjadi wajib. Perbedaan yudisium bersama dengan yudisium masing-masing ada pada rasa kebanggaan dan solidaritas di satu almamater yang sama serta makna kebersamaan yang lebih terasa.

Ketiga, Yudisium Bersama ini dijadikan sebagai sarana sosialisasi juga publikasi bagi prestasi akademik mahasiswa khususnya di tingkat program studi. Sehingga dengan demikian program studi dapat memberikan penghargaan pada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik, dengan melihat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masa studi, usia, dan prestasi pendukung lainnya.

Ia juga mempertegas bahwa proses yudisium bersama ini sama sekali tidak menghambat mahasiswa untuk menyelesaikan seluruh proses akademik, termasuk pendaftaran wisuda

“Begitu banyak proses administrasi yang harus mereka lalui untuk dapat secara resmi menjadi Sarjana. Yudisium ini sama sekali tidak menghambat proses-proses tersebut. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya”, ujar Dr. Muh. Khairil.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Muh. Nawawi M.Si yang juga menyempatkan untuk memberikan sambutannya sekaligus mengukuhkan 15 mahasiswa peserta Yudisium menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. Dr. Muh. Nawawi berharap agar kedepannya ke-15 mahasiswa ini dapat memanfaatkan gelar yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya.

“Perjuangan kalian selama menempuh kuliah jenjang S1 bukanlah hal yang mudah. Seluruh proses pasti memberikan tantangan tersendiri bagi masing-masing pribadi. Hal tersebutlah yang saya harap dapat menjadikan kalian sebagai manusia yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Pada Yudisium bersama ini pihak Prodi Ilmu Komunikasi memberikan penghargaan kepada lima lulusan terbaik. Adapun lima lulusan terbaik tersebut di antaranya; Terbaik 1 Moh. Latif, dengan IPK 3,93 dan lama studi 4 Tahun 6 Bulan; Terbaik 2 Ni Made Selni Kartikawati Dewi, dengan IPK 3,85 dan lama studi 4 Tahun 6 Bulan; Terbaik 3 Dewi Sartika, dengan IPK 3,82 dan lama studi 4 tahun 6 bulan; Terbaik 4 Abdul Haris, dengan IPK 3,80 dan lama studi 4 Tahun 6 Bulan; dan Terbaik 5 Rahmawati Hi. Nawir, dengan IPK 3,78 dan lama studi 4 Tahun 8 Bulan. Pengumuman lulusan terbaik ini dibacakan langsung oleh Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Muh. Khairil, S.Ag, M.Si dan penyerahan penghargaan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Untad, Drs. Muhammad Marzuki M.Si

Masih dalam kesempatan Yudisium Bersama tersebut, peserta Yudisium diberikan kesempatan untuk memberikan kesan dan pesan bagi almamater. Tampil memberikan kesan dan pesan, Saharia, sebagai salah satu perwakilan dari peserta Yudisium. Saharia yang juga merupakan mantan Ketua Umum Komunikasi Intelektual Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KINESIK) FISIP Untad ini membacakan kesan pesan dengan penuh haru. Ia bahkan berkali-kali meneteskan air mata harunya ketika berdiri di podium untuk membacakan kesan dan pesan.

“Terima kasih kami ucapkan dari hati kami yang paling dalam kepada semua pihak yang  telah membantu kami menyelesaikan studi kami selama beberapa tahun di Universitas Tadulako ini. Khususnya kepada dosen-dosen yang selalu mendampingi kami dari kami masih berstatus sebagai mahasiswa baru sampai hari ini ketika kami telah bergelar S.I.Kom”, tutur Saharia. Kdk

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here