Rektor Untad Resmikan Poliklinik RSU Tadulako

Rektor Untad berfoto bersama usai peresmian Poliklinik RSU Tadulako. (Foto : Akhmad Usmar/Humas)
Rektor Untad berfoto bersama usai peresmian Poliklinik RSU Tadulako. (Foto : Akhmad Usmar/Humas)

Sejak memperoleh Surat Keputusan dan surat izin operasional Rumah Sakit tahun lalu (25/5/16), Rumah Sakit Tadulako akhirnya resmi dibuka pelayanannya untuk umum, pada selasa (21/05), yang diresmikan  oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS pada soft opening poliklinik Rumah Sakit Pendidikan Tadulako, di gedung RSU Tadulako.

Acara Soft Opening poliklinik ini dilaksanakan Di depan Rumah Sakit  Tadulako yang dihadiri oleh para pejabat Untad yaitu Rektor, Wakil-wakil Rektor, Para Dekan, Direktur Rumah Sakit Tadulako, serta para Dokter.

Rektor Untad, dalam pembukaannya bersyukur dibukanya poliklinik Rumah Sakit Tadulako. Ia juga ia berharap RS Tadulako mendapat dukungan disemua sisi serta bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi tengah, khususnya masyarakat Untad. “Hari ini merupakan hari yang bersejarah dalam  perkembangan Untad, sebab rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit PTN. Meski masih Soft Opening dan belum menjadi peresmian Rumah sakit, hari  in dapat dijadikan sebagai hari ulang tahun RSU Tadulako. Insyaa Allah nantinya, RSU Tadulako akan dibuka secara resmi oleh Walikota Palu,” ungkap Prof Basir.

Direktur Utama Rumah Sakit Untad, dr Rustam Amiruddin, dalam sambutannya mengatakan bahwa dibukanya pelayanan poliklinik RSU Tadulako ini merupakan hasil dari kerja keras staf rumah sakit dan juga  seluruh masyarakat Untad.

“Masih terbayang 2 tahun lalu, tanggal 26 Mei dimulai dengan diskusi panel. 1 tahun kemudian turun surat izin operasional. Itu atas kerja keras kita para staf Rumah Sakit dan juga bantuan dari  lingkungan rektorat. Terutama bapak Rektor yang selalu memberikan arahan dan dorongan sehingga hari ini kita dapat membuka acara soft opening Rumah Sakit Tadulako.

Lebih lanjut dr Rustam menambahkan bahwa RSU Tadulako ini sudah memiliki tenaga medis yang siap melayani poliklinik dari masing-masing keahlian namun RSU tadulako  masih memberikan rawat jalan pada pasien karena keterbatasan alat. Oleh karena itu ia berharap bahwa RSU Tadulako untuk ke depannya bisa membuka Unit gawat Darurat (UGD) dan Layanan Rawat Inap terhadap pesien.

dr Muhammad Mansyur Romo selaku dekan fakultas kedokteran berharap agar RSU Tadulako ini bisa menjadi center of exelent, sehingga semua fakultas bisa berkontribusi dan memanfaatkan RSU Tadulako  demi proses pendidikan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini bisa menjadi center of exelent  tidak hanya untuk Fakultas Kodekteran namun fakultas lain juga bisa berkontribusi dan memanfaatkan Rumah Sakit Tadulako untuk proses pendidikan, penelitian dan juga pelayanan terhadap masyarakat,”harap dr Mansur.

Untuk saat ini RSU Tadulako membuka pelayanan kepada masyarakat secara umum melalui 12 Poliklinik yaitu Poli penyakit Dalam, Poli Anak, Poli Bedah, Poli Kandungan & Kebidanan, Poli Ortopedi, Poli Jantung dan Pembuluh Darah, Poli mata, Poli THT-KL, Poli Gigi, Poli Gizi, Poli Kulit & Kelamin serta Poli Umum. Adapun dokter yang menangani terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum.

Untuk kedepannya RSU Tadulako akan ditargetkan resmi dibuka pada bulan akhir tahun 2017 setelah IPAL telah diterbitkan. Sehingga RSU ini bisa membuka layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan Unit Rawat Inap dalam 24 jam . MU

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here