Untad Jadikan ON-Mipa Sebagai Gerbang Buktikan Kesetaraan

para peserta sedang mengisi soal on mipa. Dok sri utami

Melalui FMIPA, untad kembali melaksanakan seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-Mipa PT) 2017 yang diadakan DIKTI. Dalam pembukaan yang dilaksanakan di Aula FMIPA, pada Sabtu (18/02) tersebut, turut hadir Dekan, Wakil Dekan, dan ketua-ketua jurusan lingkup FMIPA, serta ketua Jurusan dan kordinator program studi (prodi) pendidikan mipa FKIP. Kegiatan yang diikuti 489 peserta tersebut diharapkan bisa menjadi ajang pembelajaran dan pembangkit semangat berkompetisi bagi mahasiswa Untad.

Dr Rustan Effendi SSi MSi, selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan bahwa ON-Mipa PT 2017 tahap 1 tersebut diikuti 489 peserta dari 5 fakultas yang ada di Untad, serta didanai langsung oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan (warek bima).

“Kegiatan ini diikuti oleh 489 peserta, dengan rincian bidang Fisika 74 peserta, Kimia 159 peserta, Matematika 124, Biologi 132 peserta. Semua peserta tersebut berasal dari fmipa, fkip, pertanian, fkik, dan teknik. Serta pelaksanaan ON-Mipa PT tahap 1 2017 ini, didanai oleh warek bima, ungkapnya.

Dekan FMIPA, Dr Rusydi Ssi Msi dalam sambutannya pada pembukaan tersebut menjelaskan bahwa ON-MIPA kali ini diikuti bukan hanya semata-mata oleh mahasiswa FMIPA dan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Untuk anak-anakku fakultas dari lain, yang mengikuti seleksi hari ini tolong disampaikan kepada teman-temannya, baik dari pertanian maupun dari teknik, kedokteran, bahwa kegiatan ON-Mipa itu adalah kegiatan universitas yang bisa diikiuti oleh semua fakultas yang ada di Untad, jadi bukan semata-mata yang ada difakultas mipa. Yang kedua kegiatan ini merupakan pembelajaran kita dibidang pendidikan dan bidang kemipaan. Kenapa ini penting? Karena info kemipaan itu sangat penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan maupun untuk kemajuan dari pada pendidikan di negra Indonesia,” jelasnya.

Rusydi juga menambahkan bahwa ia yakin bahwa mahasiswa Untad mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas lain, bahkan bukan dari Indonesia saja tetapi seluruh dunia, asalkan mau belajar dengan giat dan memanfaatkan internet dengan bijak.

“Saya yakin kita semua bisa. Kita sudah buktikan ditahun kemarin Untad bisa mengalahkan universitas lain dalam OSN-pertamina. Sekarang jika mau belajar, saya yakin anak-anakku sekalian yang ada di Untad ini, bisa belajar menggunakan internet, bahkan melebihi dosennya. Saya kira kalau kita mau belajar dari internet dan dikontrol dengan baik, saya yakin pasti bisa setara dengan teman-temannya dimana saja diseluruh dunia. Contohnya saja pada OSN-Pertamina project science kemarin, kita berhasil mendapatkan juara pertama. Kenapa saya selalu membanggakan project science kemarin? Karena itu adalah cita-cita saya, agar kita harus bisa mengalahkan universitas lain,” imbuhnya.

Dosen Jurusan Fisika itu berharap, agar semua peserta, baik yang kalah maupun yang menang, bisa terus belajar, dan bisa menjadikan kompetisi tersebut sebagai pembelajaran bagi mahasiswa agar bisa terus belajar dan berusaha lebih giat lagi.

“Saya hanya berharap kepada anak-anakku sekalian untuk belajar dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya juga usahakana menjadi juara bukan hanya disini. Dan karena ini adalah sebuah kompetisi, jadi pasti akan ada yang menang dan ada yang kala, dan untuk yang kalah saya kira ini bisa jadikan pembelajaran untuk berusaha lebih baik lagi. Sedangkan untuk yang menang belajar lagi sebanyak banyaknya, karena kalian akan berkompetisi lagi ditingkat regional hingga nasional,” harapnya.Vv/(Sr)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here