EXPO MAPALA SANTIGI ke-V “REVITALISASI NILAI-NILAI INKLUSIF-HUMANIS UNTUK SATU UNTAD, SATU NAFAS, SATU KELUARGA”

Sambut Dies Natalis, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Santigi FISIP Universitas Tadulako (Untad) gelar EXPO ke-V. Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Unggul Inklusif-Humanis Untuk Satu Untad, Satu Napas, Satu Keluarga” ini berlangsung di FISIP Student Park, Sabtu-Kamis (1-6/04).

Expo Mapala Santigi kali ini melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-FISIP dalam pameran stand. Ketua Panitia Pelaksana, Zen Awit Adi Putra mengatakan, dilibatkannya HMJ dan UKM yang ada di FISIP ini bertujuan untuk merawat hubungan baik antar lembaga.

“Beberapa tahun kemarin ada kejanggalan antara mahasiswa dengan anak Mapala. Jadi, kita coba bangun ulang lewat kerja sama agar tidak ada perpecahan-perpecahan lagi, agar  tidak ada keseganan-keseganan lagi dengan anak Mapala. Kesan yang menjadi momok selama ini bahwa anak mapala itu keras, padahal sebenarnya tidak,” ungkap Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan ini.

Senada dengan itu, Nazar Adiyatma, Ketua Mapala Santigi menambahkan, Tahun ini Mapala Santigi akan tampil beda dengan lebih banyak berbaur dan melibatkan UKM dan HMJ dalam kegiatan-kegiatan Mapala selanjutnya.

“Mungkin kalau di tahun-tahun kemarin, kegiatan Mapala itu hanya untuk internal Mapala Santigi sendiri, di tahun ini kita buat Mapala Santigi itu beda. Kita bisa berbaur dengan teman-teman UKM dan HMJ lain. Dan mungkin kerja samanya akan lebih baik lagi,” terang Nazar.

Selain Pameran UKM dan HMJ se-FISIP, ada Kompetisi Bouldering se-Sulawesi Tengah, Lomba Fotografi, Seminar Explorasi Suku Lauje II, dan Dies Natalis Mapala Santigi. Kompetisi Bouldering sendiri diikuti oleh 72 orang peserta dan Fotografi oleh 25 orang peserta.

Dekan FISIP, Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si dalam sambutannya di acara penutupan Expo mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum refleksi, bahwa ada proses yang mesti dilewati untuk sampai pada tujuan. Dr. Nur Ali juga menuturkan, Fakultas akan terus mendorong penggemblengan sikap mahasiswa kedepannya.

“Kegiatan ini menjadi momentum refleksi, bahwa ada proses yang mesti dilewati untuk sampai pada tujuan. Fakultas juga akan terus mendorong penggemblengan sikap mahasiswa kedepannya,” tuturnya.

Sementara, pembina Mapala Santigi, Sudaryano Lamangkona, M.Si yang turut memberikan sambutan juga menjelaskan, mencintai alam berarti juga dapat membina dan menjaga hubungan baik dengan sesama lembaga, serta mampu menjaga komitmen kelembagaan yang dipegang.

“Mencintai alam berarti juga membina dan menjaga hubungan baik dengan sesama lembaga, serta menjaga komitmen kelembagaan. Olehnya, kami sebagai pembina sekaligus pendiri akan terus melakukan upaya pendampingan untuk Mapala Santigi yang lebih baik,” paparnya. ndh

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here