FISIP GELAR WORKSHOP, UPAYA TINGKATKAN KUALITAS REAKREDITASI PROGRAM STUD

Dalam upaya pembenahan dan penyempurnaan reakreditasi Program Studi dalam Lingkup Fakulas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untad, maka dilaksanakan Workshop Peningkatan Mutu Borang Akreditasi dengan menghadirkan Dr. H. Syaiful Rohim, S.Pd., M.Si yang merupakan Ketua Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) Jakarta,Selasa (4/4).

Kehadiran Dr. Syaiful Rohim diharapkan dapat menambah wawasan dan berbagi informasi juga menjadi perbandingan antar institusi Perguruan Tinggi mengingat UHAMKA adalah satu satu Perguruan Tinggi yang memiliki nilai akreditasi A dan secara tidak langsung juga merupakan assesor BAN PT.

Dalam pelaksanaan workshop di Gedung Dekanat FISIP tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fisip, Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si. dan dihadiri oleh seluruh ketua Program Studi, Penjaminan Mutu Fakultas serta tim borang masing-masing Program Studi. Pelaksanaan workshop ini dimaksudkan sebagai upaya penyamaan persepsi, komitmen dan kesungguhan dalam penyusunan borang termasuk terkait kendala dan solusi terhadap permasalah ditingkat program studi dalam penyusunan borang.

Dr. Muh Nur Ali, M,Si, dalam sambutannya berharap bahwa seluruh program studi di FISIP UNTAD dapat memaksimalkan segala upaya agar mendapatkan hasil yang maksimal dan membanggakan.

“Saya berharap bukan sekedar mengoptimalkan tapi juga memasksimalkan daya dan upaya kita untuk 5 prodi di FISIP. Alhamdulillah kita sudah punya modal prodi Administrasi yang dapat nilai A, ini harus kita pertahankan. Semoga empat prodi lainnya yang masih nilai 4 kita bisa tingkatkan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal” Ungkap Dekan yang baru dilantik ini.

Muh Nur Ali juga menambahkan bahwa, setelah adanya workshop ini, ia berharap penyusunan borang yang selama ini mengalami kendala, bias diperbaiki dan disusun kembali dengan harapan nilainya bisa meningkat.

‘’Saya juga berharap kedepanya ini, setelah diisi dengan beberapa pembuka wawasan, kita juga mugkin bias bertukar pikiran dan berdiskusi. Kita mengeksplor mengenai bagaimana borang kita sebenarnya diperbaiki, disusun lagi kembali,  dihitung kemudian perbaiki kembali dengan harapan nilainya bisa meningkat,” pungkasnya.

Sementara, Dr. Syaifull Rohim dalam sajiannya, menekankan salah satu aspek yang krusial dalam penyusunan borang adalah pada standar kurikulum yang harusnya merujuk pada KKNI.

“Kurikulum disetiap Program Studi harusnya mengacu pada KKNI namun tidak hanya itu, seluruh aspek atau komponen yang ada dalam borang sama pentingnya dan saling terkait satu dan yang lainnya. faktor kendala dalam penyusunan borang akreditasi ialah karena kurangnya data yang akurat. Oleh karena itu dalam tata kelola kelembagaan, pengambilan keputusan dan kebijakan harus disertai dengan data sehingga pada penyusunan borang tidak mengalami kesulitan,” ujar Alumni Ilmu Komuniaksi Program Doktoral UNPAD ini.

Di akhir materinya, Dr. Syaiful Rohim mengingatkan adanya pergesaran pola pengusulan reakreditasi prodi dari yang awalnya manual menjadi online. Tidak hanya itu, standar buku borang juga yang tadinya menggunakan 7 standar akan dikembangkan menjadi 24 standar. Olehnya, komitmen dan kesungguhan dalam penyusunan borang itu sangat dibutuhkan termasuk pembuktikan dan dokumen data harus tertata dan sistemik.Mu/Kh

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here