International Office Untad Bersama Kemenristekdikti Selenggarakan Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) menggandeng International Office Universitas Tadulako dalam sosialisasi perizinan dan evaluasi hasil kerja sama litbang asing, Selasa (11/4) di ruang senat Lantai III Rektorat Universitas Tadulako. Acara ini dihadiri oleh dekan, dosen, dan terutama para stakeholder yang berkaitan dengan peneliti asing di Sulawesi Tengah.

Mengawali kegiatan itu, Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D selaku Kepala International Office Untad sekaligus ketua panitia dalam kegiatan sosialisasi ini mengucapkan rasa terima kasih kepada Kemenristekdikti karena menurutnya kegiatan ini sangat penting agar dapat memahami prosedur bermitra dengan peneliti dari luar negeri.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita khususnya menjalin kerja sama bersama peneliti, mitra-mitra yang berasal dari luar negeri. Kita tahu Indonesia merupakan laboratorium alam yang memiliki letak strategis baik dari segi sumber daya alam dan sumber-sumber daya yang lain dan selalu menjadi incaran para peneliti asing. Indonesia merupakan Negara yang kekayaan sumber daya hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil” Jelas Prof. Marsetyo.

Adapun tujuan dari diselenggarakannya sosialisasi ini menurut Prof. Marsetyo adalah untuk meningkatkan dan mempercepat kapasitas building bagi lembaga litbang dalam rangka mitra dengan perguruan tinggi asing. Kedua, meningkatkan produktivitas kekayaan intelektual khususnya publikasi ilmiah Internasional. Ketiga meningkatkan perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang bersumber dari kekayaan alam dan budaya di Indonesia.

Dr. Sri Wahyono selaku Kepala Sub Direktorat Perizinan Penelitian Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti memperjelas terkait hal perizinan penelitian bagi perguruan tinggi asing, lembaga-lembaga asing, badan usaha asing dan orang asing.

“Regulasi perizinan penelitian bagi peneliti asing sudah diatur oleh pemerintah. Namun publikasi ilmiah di Asia Tenggara saja, Indonesia masih tertinggal. Makanya kita masih perlu kerjasama Internasional dan harus ada dasar-dasar hukum yang membawahi kerjasama-kerjasama tersebut. Kemenristekdikti telah menyediakan dana fasilitasi bagi peneliti asing dan kami akan memfasilitasi mitra kerja peneliti asing yang kami anggap layak” tutur Dr. Sri Wahyono.

Sementara itu, Rektor yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. IrMahfudz,MP mengungkapkan kehadiran Dr. Sri Wahyono ini tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi Universitas Tadulako.

Untuk mendukung tema besar sosialisasi pada hari itu yang dimoderatori oleh Ketua LPPM Untad Dr. Ir. Donny Mangitung, M.Sc, dihadirkan pula beberapa pemateri. Dibuka oleh perwakilan divisi imigrasi Sulteng, Dimas Adi Utomo “Pelayanan Keimigrasian dan Pengawasan Penelitian Asing di Daerah”, kemudian dilanjutkan oleh Hari Sutrisno selaku Kepala Bidang Zoologi LIPI dengan materinya  “Standar Pelayanan Rekomendasi Ilmiah Pengambilan dan Pengiriman Sample Riset”

Dua pemateri terakhir yaitu Ety Ambarwati Sumidjo selaku perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membawakan materi “Pengelolaan dan Pengawasan Sumber Daya Genetik serta Scientific Accsess bagi Peneliti Asing” dan ditutup oleh Dr. Aiyen Tjoa dari Universitas Tadulako dengan  “Peran Mitra Kerja Peneliti Asing dalam Kerja sama Riset Internasional sebagai Upaya Capacity Building Lembaga Litbang Nasional” sebagaimana materi akhir dari sesi panel pemateri pada sosialisasi hari itu.

Universitas Tadulako kemitraannya dianggap sudah cukup aktif oleh Dr. Sri Wahyono dengan kerjasama riset dengan Jerman. Namun Dr. Sri Wahyono berharap ini jangan sebatas hanya dengan surat rekomendasi namun juga bisa join riset hingga join publication sehingga menghasilkan copyright berupa artikel-artikel di berbagai jurnal-jurnal ilmiah Internasional yang bereputasi.Ra

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here