Penandatangan MOU FMIPA Untad Dan FMIPA Unand. Tingkatkan Akreditasi Dan Terapkan KKNI

Penandatangan MOU oleh Dekan FMIPA Untad dan Dekan FMIPA Unand berlangsung di Aula FMIPA Untad, Sabtu (25/03). Kerjasama tersebut dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara kedua pihak, terutama untuk meningkatkan akreditasi dan menerapkan KKNI serta saling berbagi pengalaman. Dalam kegiatan tersebut turut hadir para dosen dan wakil dekan lingkup FMIPA Untad dan Unand, serta bebarapa mahasiswa FMIPA Untad.

Dekan FMIPA universitas Andalas (Unand), Prof Dr Mansyurdin MS menyampaikan bahwa MOU yang dilakukan FMIPA Andalas dan FMIPA Untad direncanakan akan berlangsung selama 5 tahun. MOU mereka lakukan untuk menjalin kerjasama antara keduanya, apalagi dengan keadaan kedua fakultas tersebut yang sedikit kualahan dengan jumlah dosen yang sangat terbatas.

Mansyurdin menerangkan bahwa FMIPA Unand saat ini terus berupaya meningkat mutu dan kualitas, salah satunya dengan menekan  jumlah mahasiswa yang mereka miliki saat ini. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sejak dilantik 2016 yang lalu ia memiliki 3 target besar untuk tujuan akreditasi.

“Kami memiliki mahasiswa dengan jumlah  2400 dan jumlah ini sudah kami tahan supaya mutunya bisa meningkat. Nah, karena saya mantan dari penjaminan mutu, kami punya beberapa target. Di bidang 1, mutu pendidikan yang kita tingkatkan, semuanya dari unsur pembelajaran. Tapi jauh sebelumnya kita sudah implementasikan semua di penjaminan mutu. Di bidang 2 kita juga punya target untuk membuat instansi kami lebih efektif dan produktif. Di bidang 3 kami juga punya target untuk kegiatan kemahasiswaan dan akreditasi, untuk prodi maupun fakultas,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa MOU yang dilakukan kedua fakultas tersebut tidak hanya mencakup bidang pendidikan saja tetapi juga pada bidang riset dan pengabdian masyarakat. Dan kerjasama tersebut juga untuk mendorong prodi-prodi yang ada untuk mengimplementasikan KKNI.

“Kami senang bahwa nantinya dalam kerjasama ini, tentunya tidak hanya mencakup bidang pendidikan, tetapi juga riset dan pengabdian masyarakat. Karena pengabdian masyarakat itu, tidak hanya secara lokal tapi juga skala nasional. Nah, untuk kurikulum sekarangkan lagi hebuh-hebohnya KKNI, semua prodi kita dorong untuk mengimplementasikan KKNI itu,” imbuhya.

Dr. Muhammad Rusydi H Msi, selaku dekan FMIPA Untad dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa mereka memilih Unand untuk melakukan MOU, karena semua prodi yang ada di FMIPA Unand telah teragreditasi A, sehingga MOU tersebut dilakukan untuk saling berbagi pengalaman dengan harapan dapat meningkatkan agreditasi FMIPA Untad yang selama ini menjadi tolak ukur masyarakat.

“Andalas dipilih menjalin MOU karena kita lihat seperti yang disampaikan Bapak dekan tadi, bahwa FMIPA Unand semua jurusannya dan bahkan institusinya sudah teragreditasi A. Saya pikir kita sama-sama di luar Jawa. Jadi, itu relatif sehingga pengalaman beliau bagaimana membangun  fakultas Mipa sampai semua jurusannya teragreditasi A, perlu kita pelajari dan sama-sama kita melihat pengalaman-pengalaman itu, siapa tahu dengan pengalaman yang beliau lakukan disana bisa kita lakukan di fakultas kita, karena target kita juga itu, bagaimana Agreditasi untuk bisa A. Dan bagaimana pun, itu bisa menjadi suatu ukuran bagi masyarakat, bahwa dengan agreditasi A, berarti pelayanan dan mutu-mutu dari prodi yang ada difakultas itu menjadi lebih bagus. Selain itu, dengan adanya kerjasama seperti ini, kita bisa saling mengetahui kekurangann dan kelebihannya dimana, sehingga kita bisa saling berbagi pengalaman,” ungkapnya.Vv

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here