Sosialisasi Beasiswa Bank Indonesia : Dulu Hanya 11, Kini Bertambah Menjadi 16 Program Studi

Tingginya biaya pendidikan di Indonesia menjadi salah satu penyebab terbatasnya peluang pemuda-pemudi Indonesia yang berprestasi dalam melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Melihat kondisi ini, Bank Indonesia sebagai salah satu lembaga negara meluncurkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam bentuk pemberian beasiswa sebagai wujud kepedulian Bank Indonesia dalam peningkatan kualitas masa depan sumber daya manusia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana hanya ada 11 program studi yang masuk dalam penerima beasiswa Bank Indonesia, di tahun 2017, Bank Indonesia menambah 5 program studi baru sehingga seluruhnya ada 16 program studi yang masuk dalam beasiswa ini.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Lidyawati Lamakampali, Kepala Tim dari Bank Indonesia Sulawesi Tengah, dalam acara sosialisasi beasiswa Bank Indonesia pada Kamis (23/03), “Untuk mengakomodir permintaan dan masukan dari beberapa universitas maka program studi penerima beasiswa di tahun 2017 ini menjadi 16 program studi. Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya 11 program studi, yaitu ilmu ekonomi dan studi pembangunan, manajemen atau pendidikan ekonomi manajemen, akuntansi atau pendidikan akuntansi, perbankan atau keuangan syariah, ekonomi Islam atau ekonomi syariah, pertanian, peternakan agribisnis maupun holtikultura, ilmu hukum atau hukum ekonomi syariah, komunikasi atau ilmu komunikasi, teknik informatika dan sistem informasi, kesehatan masyarakat dan program studi yang terbaru adalah program studi matematika atau pendidikan matematika, statistik, ilmu pemerintahan, ilmu sosial dan ilmu politik, serta ilmu komputer,” terang Lidya.

Dalam sosialisasi tersebut, Lidya dan Tim memaparkan mengenai kriteria penerima beasiswa, serta syarat-syarat pendaftaran beasiswa. Untuk setiap perguruan tinggi Bank Indonesia menyiapkan kuota sebanyak 40 orang. “Batas waktu seleksi awal adalah 21 April, sementara untuk seleksi wawancara, rencananya di tanggal 22 atau tanggal 5 mei, hanya ini belum dipastikan,” ungkap Lidya.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Miyono, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Palu sebagai kota yang sedang berkembang tentu membutuhkan banyak tenaga kerja yang kompeten, “Aspek ketenagakerjaan ini tentu tidak lepas dari aspek pendidikan, karena yang mencetak tenaga kerja itu adalah di dunia akademisi, di dunia pendidikan. sebagai info bahwa proyek-proyek besar yang ada di Sulawesi Tengah itu khususnya di Morowali dan Luwuk itu adalah proyek-proyek yang high tech. proyek-proyek padat modal, berteknologi tinggi. Tentu disitu diperlukan tenaga-tenaga kerja yang berkualitas. Tenaga-tenaga terampil yang handal, yang jelas ke depan tantangan itu tidak ringan, apalagi dengan diberlakukannya MEA, diberlakukannya pasar invest yang tidak hanya pasar untuk barang tapi juga pasar dalam ketenagakerjaan,” ujar Miyono.

Lanjutnya, dengan melihat fenomena ini, menjadi kewajiban mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitasnya. Untuk itu, Miyono berharap agar mahasiswa Untad tidak menjadi penonton nantinya, namun akan menjadi pelaku untuk mengembangkan perekonomian di Sulawesi Tengah, “Mengingat Untad sebagai universitas yang selalu bertumbuh, saya berharap nantinya mahasiswa-mahasiswa Untad tidak menjadi penonton, namun menjadi pelaku dalam mengembangkan ekonomi di Sulawesi Tengah,” harapnya.

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Tadulako, Rudi Gosal SE MSi, dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Tadulako, meyakini bahwa mahasiswa Untad siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat luar, terutama bagi pemberi beasiswa. Rudi juga berpesan agar mahasiswa Untad yang nantinya berhasil memperoleh beasiswa dari Bank Indonesia untuk memanfaatkan beasiswa tersebut dengan sebaik-baiknya, “Jangan sia-siakan waktu, walaupun sedikit kalian harus berbuat untuk membekali diri. Ini pesan saya. Kalau kalian tidak melakukan perubahan mulai sekarang, maka kalian akan digilas oleh perubahan itu. terakhir pesan saya, hindari narkoba,” tegas Rudi. Nr