TINGKATKAN KUALITAS LULUSAN, FAPETKAN LAKUKAN REVITALISASI KURIKULUM

Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya, Fakultas Peternakan dan Perikanan melakukan revitalisasi kurikulum melalui workshop yang digelar selama dua hari (24-25/03).

Workshop kurikulum ini dibuka langsung Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MSi. Hari pertama workshop, dilakukan penyerapan informasi dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya. Antara lain Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanudin Prof Dr Ir Sudirman Baco MSc yang membahas spesifik kurikulum yang diterapkan di Fakultas Peternakan Unhas.

Dr Ir Siti Aslamyah MP, Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanudin yang membahas seputar kurikulum Budidaya Perairan (Akuakultur), Kadis DKP Sulteng Dr Ir Hasanudin Atjo MP, dengan bahasan seputar “Membangun Reputasi untuk Persaingan”, serta Dr Syahrir Akil SPt selaku General Manajer PT Bintang Sejahtera Bersama Chroen Pokphand Grup yang banyak membagi informasi seputar dunia kerja beserta segala ketentuan dan proseduralnya.

Dalam pembahasan kurikulum yang diselenggarakan di Ruang Senat dan Ruang Dosen Fapetkan itu, beberapa mata kuliah yang mempunyai sub bahasan hampir serupa dihilangkan dengan ketentuan akan tetap disinggung dalam mata kuliah lainnya yang berkaitan.

Menurut Prof Ir Burhanudin Sundu MSc Ag PhD, hal ini bertujuan agar tidak terjadi tumpang tindih bahasan pada mata kuliah yang diajarkan.

Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan ini  juga mengatakan, konsep kurikulum yang rumuskan tersebut banyak  merujuk pada kurikulum konsorsium nasional terbaru.

“Dalam perumusan kurikulum di workshop kali ini, kami merujuk kepada hasil konsorsium yang dilaksanakan di Padang kemarin. Sehingga, kami lebih banyak melakukan penyesuaian terhadap konsep kurikulum ini” jelasnya.

“Meski begitu,” Lanjut Prof Burhanudin Sundu, “kami tetap mempertahankan aspek lokal. Seperti salah satunya adalah mata kuliah Satwa Andemik. Sebab di Sulawesi Tengah ini, kita dikaruniai keistimewaan, yaitu berupa satwa-satwa andemik  yang khas.” Ujarnya.

Prof Burhanudin Sundu berharap kurikulum yang rencananya akan disahkan sebelum masuknya mahasiswa baru 2017 ini, dapat memberikan efek pada peningkatan  skill kemahasiswaan di Fapetkan yang setara dengan institusi-institusi lainnya di level nasional.

“Dinamis, responsif dan visioner adalah tiga karakter yang melekat pada kurikulum dan akan berpengaruh pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Kurikulum yang dirumuskan saat ini sebagian besar berbasis kurikulum konsorsium, artinya kurikulum ini sudah dikaji di level nasional sesuai kebutuhan  kekinian maupun masa depan. Olehnya itu harapan kami, kurikulum ini akan memberikan peningkatan  pada skill kemahasiswaan yang levelnya setara dengan dengan institusi-institusi lainnya level nasional,” ungkapnya. Wn

 

 

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here