Diskusi ahli, Telaah Kritis Pemilu Serentak 2019

Jumat (19/05) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  (FISIP) melaksanakan Diskusi Ahli bekerjasama dengan DPW Partai Nasional Demokrat (NASDEM), mengangkat tema “Telaah Kritis Pemilu Serentak 2019”. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampoeng Nelayan Resto and Cafe dihadiri oleh pemangku kepentingan  seperti Dekan FISIP, Bupati Donggala, partai-partai politik se-Sulteng, akademisi, tokoh masyarakat jurnalis serta mahasiswa FISIP Universitas Tadulako.  

Ketua panitia Dr. Andi Pasinringi, M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan pemilu serentak agar kedepannya berjalan dalam koridor demokrasi dengan perspektif yang substansial serta mengajak mahasiswa untuk lebih kritis dalam menelaah  pemilu serentak mendatang.

“kita bersama beberapa elemen masyarakat bukan cuma mahasiswa FISIP tetapi para  jurnalis, politisi dan birokrasi bidang akademisi bersama-sama di sini melakukan telaah kritis mengenai  apa dan bagaimana pemilu yang akan datang” ujarnya.

Lebih lanjut Dr  Andi Pasinringi MSi mengatakan bahwa  berkaitan dengan pemilu serentak ini, jika rakyat melihat dalam konteks undang-undang  masih ada yang lemah tetapi ketika pelakunya atau sumber daya manusia cukup baik, akan menghasilkan hasil yang baik terutama dalam penegakkan hukum dapat membuahkan hasil  seperti  yang diinginkan oleh rakyat

“karena inti dari penegakkan hukum adalah keadilan atau keseimbangan. Kalau orangnya baik menegakkan hukum tentu hasilnya juga baik walaupun undang-undangnya lemah sekalipun” tambahnya.

Dr. Andi juga berharap dalam kegiatan ini dapat melahirkan pikiran-pikiran cerdas dalam mengambil keputusan  agar kedepannya pemilu serentak bisa berjalan dengan baik  seperti apa yang diharapakan masyarakat pada umunya

“suara-suara masyarakat pemilik politik mayoritas itu harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan, karena memang mahasiswa itu mengkritisi sesuatu untuk kepentingan masyarakat bukan untuk kepentingan mahsiswa itu sendiri” Lanjut Dr. Andi Pasingringi.

Dekan FISIP, Dr. Muhammad Nur Ali M.Si mengatakan bahwa penyelenggaraan pemilu di Indonesia ini sebetulnya pemilu cerdas yang jika dicari persamaannya di Negara lain sulit ditemukan

“artinya apa bahwa masyarakat sebagai realitas itu bukan saja sebagai kumpulan orang-orang yang hidup bersama  akan  tetapi ada akidah dan nilai yang terdapat di dalamnya oleh sebab itu baik secara mekanik maupun secara organik ini dapat diraih” ujar Dr. Nur Ali.

Sementara itu Dr. Ir. Muh Nur Sangadji, DEA mengatakan bahwa berbicara tentang politik dapat dikaitkan dengan politik pertanian.  Dunia tanaman itu merupakan pemilu dalam mendapatkan dominasi, frekuensi, dan kompetisi yang berjalan secara alamiah.

“siapa yang kuat dia yang menang secara alamiah saya kira begitu  kedepannya  harus melahirkan proses yang cukup alamiah kita harus mencari dengan cara mendapatkan pemimpin yang berkualitas, yaitu pemimpin yang patut diteladani pertama, cerdas, dan berani ketiga ciri ini yang dibutuhkan Indonesia sekarang” Jelas Dr. Nur Sangadji. (Sr)