Fatek Adakan Pelatihan Pembuatan SOP

Dr. H. Amar, ST.,MT, Dekan Fakultas Teknik, saat membawakan sambutannya. (Foto : Wardatul/MT)

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan hal yang sangat diperlukan dalam sebuah lembaga. SOP inilah yang akan menjadi patokan bagi setiap lembaga dalam melaksanakan program-program yang telah dirancang. Memahami pentingnya pembuatan SOP, maka pada Rabu (10/5) Program studi (Prodi) Teknik sipil mengadakan pelatihan perancangan SOP.

Kegiatan yang bertempat di Ruang senat Fakultas Teknik ini, dihadiri oleh beberapa perwakilan dosen dan staf dengan jumlah sekitar 50 orang. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan SOP ini dapat segera diterapkan oleh Fakultas ini. Setiap prodi diharapkan sudah dapat merancang dan menetapkan SOP-nya, yang selanjutnya dibuat dalam sebuah draf SOP yang mudah difahami oleh semua komponen, baik itu dosen hingga mahasiswa, sehingga segala kerja yang ada dapat terkontrol, sesuai yang diinginkan.

“Lewat pelatihan ini diharapkan setiap prodi dapat segera merancang dan menetapkan SOP-nya, yang selanjutnya SOP tersebut dibuat dalam sebuah draf yang mudah difahami oleh semua kalangan, baik itu dosen hingga mahasiswa. Sehingga segala kerja yang ada dapat terkontrol dan sesuai yang diinginkan,” pungkasDr. H. Amar, ST., MT.

Hal senada pula disampaikan oleh ketua panitia Nur Hidayat, ST.,MT. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam perapian SOP disemua prodi, sehingga baik mahasiswa, dosen maupun staf dapat memahami dan mengetahuinya dengan jelas.

“Saya berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh prodi teknik sipil ini dapat menjadi motivasi bagi prodi-prodi yang lainnya untuk memperbaiki SOP meraka agar sesuai dengan standar yang ada dan dapat lebih mudah difahami,” ungkapnya.

Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari SPI LPMP Sulteng, Dr. Heriwati, M.Hum ini berjalan dengan lancar. Dalam makalahhnya Dr. Heriwati menyampaikan tujuan dari penyusunan dan penetapan SOP ini agar seluruh prosedur kerja dapat dibakukan untuk menciptakan komitmen mengenai apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakan untuk mewujudkan good governance. (Wrd)