FKI Asy Syifa FKIK Untad Perkuat Keseimbangan Keilmuan Mahasiswa

Ahad (30/4), Forum Kajian Islam Assyifa (FKI) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas
Tadulako selenggrakan program kerja kemuslimahan dalam Open Recruitment Muslimah Hijrah
Community (MHC). Kegiatan yang bertempat diruang Btk 10 Fkik Untad ini, dibuka langsung oleh Biro
Kemuslimahan Fkik Untad Wica Nurkasih.
Dalam sambutannya, Wica menyampaikan kepada semua mahasiswa yang mengikuti kajian tersebut
agar dapat mengambil banyak ilmu yang bermanfaat dengan menyimak baik materi yang disampaikan oleh
narasumber nantinya. “Harapan kami untuk semua mahasiswa yang hadir dari berbagai fakultas di Untad
terkhusus mahasiswa Fkik agar lebih menyimak pemaparan pemateri, dengan begitu akan memberikan
tambahan ilmu kepada diri kita sendiri dan juga membawa manfaat untuk orang lain tentunya,” tuturnya.
Masih dalam sambutanya, Wica juga mendorong kepada para peserta agar selain kemahiran kelimuan
di masing-masing fakultas, mhasiswa juga dapat mempertajam kelimuan agamnya, agar lebih berimbang.
Dan menurutnya, kajian semacam ini mefasilitas ruang tersebut.
“Kajian islam ini tentu bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas dengan memfasilitasi para
mahasiswi agar tidak hanya ahli di bidang ilmu masing-masing akan tetapi juga memiliki pengetahuan
agama yang mumpuni,” terangnya.
“sebab ilmu agama merupakan hal yang sangat urgen bagi kehidupan seorang muslim sehingga
melakukan sesuatu itu haruslah dengan ilmu lalu kemudian mengamalkannya dalam kehidupan seharihari,”
imbuhnya.
Sementara itu, Nurhidayah S.Pd selaku pemeteri dalam kajian MHC tersebut menjelaskan bahwa
kegiatan ini merupakan hal yang sangat penting, karena agenda semacam ini menurutnya menjadi wadah
bagi para mahasiswi agar terus meningkatkan nilai iman dan taqwanya. Sebagai salah satu upaya
memperbaharui sumber daya manusia yang ada di kampus.
Masih dalam pemaparannya, Nuhidayah juga menuturkan pentingnya ilmu yang ketika beramal dengan
ilmu, tentu kebermanfatannya tidak hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri.
“Sebagai mahasiswa yang cerdas dapat mengolah dan memperhatiakn fungsi sosial , lingkungan hidup
dan pemahaman agama yang benar untuk mewujukan sinergi yang harmonis. Dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat bernegara juga perlu diberi pemahaman yang baik dan benar,” tutupnya. Ay

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here