GELAR LOMBA DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA, FAKUM DEKLARASIKAN PEMBENTUKAN FORUM DEBAT HUKUM DAN KONSTITUSI.

Fakultas Hukum Universitas Tadulako kembali menggelar Lomba Debat Konstitusi Mahasiswa pada Rabu-Kamis(17-18/05). Kegiatan yang bertempat di gedung Video Conferens Fakultas Hukum Untad ini dirangkaikan dengan pembentukan Forum Debat Hukum dan Konstitusi (FDHK).

Firmansyah, salah satu panitia kegiatan di temui reporter Media Tadulako mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda yang digelar setiap tahunnya, namun pada lomba debat tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan pendeklarasian pembentukan FDHK. “Lomba debat konstitusi mahasiswa ini sekaligus dirangkaikan dengan pendeklarasian pembentukan forum debat hukum dan konstitusi”, ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti 4 tim debat dari mahasiswa Fakultas Hukum tersebut, mengusung Tema “Melalui debat konstitusi kita ciptakan generasi mahasiswa yang cerdas, kritis, dialegtis dan berwawasan konstitusional berdasarkan pancasila dan Undang-undang dasar Republik Indonesia tahun 1945”. Kompetisi debat ini menjadi bagian dari seleksi mahasiswa Fakultas Hukum untuk mengikuti lomba Debat Konstitusi Mahasiswa tingkat regional maupun Nasional yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi setiap tahunnya.

“Kompetisi debat ini setiap tahunnya diselenggarakan, karena debat konstitusi ini merupakan kegiatan yang berskala regional hingga nasional. Dilaksanakannya kegiatan ini dalam rangka persiapan untuk berkompetisi dan bersaing dengan universitas lain”, ujar Firmansyah.

Sebelumnya Fakultas Hukum Untad pernah menorehkan prestasi pada lomba debat konstitusi tingkat regional di Makassar dengan meraih juara 1 pada tahun 2012. Selain itu, Vicon Fakultas Hukum Untad mendapatkan anugrah dari Mahkamah Konstitusi pada tahun 2016, sebagai Vicon terbaik dari seluruh Vicon perguruan tinggi di Indonesia

Di sesi final pada Lomba debat tersebut, mempertemukan tim Hans Kelsen di posisi Pro dan tim Jimly Asshiddiqie di posisi Kontra. Mengangkat tema debat pencabutan undang-undang No.1/PNPS 1965  tentang penistaan agama, final debat berlangsung sangat sengit. Final debat yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dimenangkan oleh tim Hans Kelsen dengan perolehan nilai sebanyak 597 selisih 56 angka dari tim Jimly Asshiddiqie.

Sementara itu, tujuan dari dibentuknya FDHK ini sebagai organisasi untuk mengakomodasi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan debat seperti ini, dan juga bergerak di bidang advokasi, pelatihan-pelatihan legaldrafting, kepemimpinan dan lain-lain yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan disiplin ilmu hukum.

Firmansyah menambahkan harapannya dengan terbentuknya forum ini agar nantinya pengetahuan mahasiswa tentang disiplin ilmu hukum semakin meningkat serta menjadi wadah untuk menghimpun, memfasilitasi dan melatih mahasiswa untuk berdebat hukum konstitusi, kepemimpinan, softskill, legaldrafting, advokasi dan lain-lain. “Agar forum ini dapat memfasilitasi kompetisi debat hukum konstitusi, pelatihan kepemimpinan, melatih softskill, legaldrafting, advokasi dll serta upaya pengkualitasan diri dalam hal pengetahuan disiplin ilmu hukum itu semakin meningkat. Ini upaya kami untuk mendirikan forum ini”, Harapnya.(Fzn)

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here